Logo Bloomberg Technoz

“Tekanan jual di pasar saham domestik, yang berpotensi dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan faktor domestik, terutama meningkatnya kehati-hatian investor terhadap risiko global, pelemahan nilai tukar rupiah, serta ketidakpastian politik dan ekonomi dalam negeri,” ujar Nafan di Jakarta, Senin (12/10/2026).

Dari sisi sektoral, Nafan menyoroti saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya sektor perbankan dan saham konglomerasi. Kedua kelompok saham tersebut memiliki bobot signifikan terhadap pergerakan IHSG sehingga tekanan jual dapat membebani indeks secara keseluruhan.

Apabila tekanan jual berlanjut dan belum diimbangi aksi beli pada saham-saham unggulan, IHSG berpotensi bertahan di zona merah hingga penutupan perdagangan, tutu Nafan.

Meski demikian, peluang penguatan teknikal atau technical rebound masih terbuka apabila muncul aksi beli saat harga melemah atau bargain hunting.

Investor, lanjut Nafan, perlu mencermati perkembangan nilai transaksi, pergerakan saham berkapitalisasi besar, serta dinamika aliran dana investor asing. Di sisi lain, perkembangan evaluasi MSCI terhadap pasar saham Indonesia juga menjadi perhatian pelaku pasar.

Index Analys Mirae Asset Sekuritas, Wilbert Arifin menilai meredanya ancaman penurunan status Indonesia ke kategori Frontier Market menjadi perkembangan positif bagi pasar saham domestik.

Arifin menilai reformasi pasar modal mulai menunjukkan hasil, terutama dalam aspek transparansi kepemilikan saham dan pengawasan perdagangan. Apabila MSCI tidak lagi menyinggung risiko penurunan status tersebut, sentimen terhadap IHSG berpotensi membaik.

Namun, dia memperkirakan pembekuan atau freeze terkait MSCI masih berlanjut pada November. Peluang pencabutan pembekuan dinilai lebih realistis terjadi pada semester II-2027. Oleh karena itu, nada pengumuman MSCI pada akhir Oktober mendatang menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati investor.

Arifin menegaskan bahwa hilangnya ancaman penurunan status ke Frontier Market dapat menjadi katalis positif. Meski demikian, perkembangan tersebut belum tentu langsung mendorong masuknya dana asing ke pasar saham Indonesia.

(fik/wep)

No more pages