Logo Bloomberg Technoz

Pengumuman Trump pada Minggu disampaikan tak lama setelah Zelenskyy, dalam wawancara dengan program This Week di ABC, mendesak Trump untuk meningkatkan tekanan terhadap Rusia guna mengakhiri perang.

“Rusia tidak merasakan tekanan yang nyata, mereka ingin terus melanjutkan perang,” kata Zelenskyy. Ia menambahkan bahwa dirinya telah menyampaikan kepada Trump dan timnya bahwa Ukraina siap menyepakati gencatan senjata. “Kami siap memulai dengan langkah-langkah deeskalasi apa pun.”

Menurut Zelenskyy, langkah tersebut termasuk “gencatan senjata energi” jika Rusia bersedia mengambil langkah serupa. “Jangan menyerang kami. Jangan membunuh anak-anak kami,” kata Zelenskyy. “Kami akan menghentikan serangan terhadap solar kalian.”

Menanggapi pengumuman Trump, Zelenskyy mengatakan, “Ukraina mendukung gencatan senjata ini, dan penting bagi Rusia untuk turut mendukungnya.” Ia mengatakan Ukraina “menunggu perincian” dari AS, setelah sebelumnya mengatakan kepada Axios bahwa pengumuman tersebut mengejutkannya.

Gedung Putih tidak menanggapi permintaan perincian lebih lanjut mengenai unggahan Trump di Truth Social.

Saat perang memasuki tahun kelima, setidaknya 20 orang tewas ketika Rusia menyerang bangunan tempat tinggal di Ukraina pada Sabtu. Serangan itu terjadi beberapa jam setelah putaran terbaru perundingan di AS untuk mengakhiri invasi Rusia dipersingkat satu hari.

Zelenskyy dan Trump terlibat perselisihan dalam beberapa hari terakhir setelah presiden AS itu mengatakan dirinya tengah bekerja sama dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk melepas sebagian pasokan solar ke pasar global. Keputusan tersebut—yang memerlukan pengecualian dari Departemen Keuangan AS untuk mencabut sanksi—menuai kritik dari kedua partai di AS. Zelenskyy mengecam langkah itu karena dinilai memberi Rusia sumber daya tambahan untuk melanjutkan perang.

Trump mengatakan pekan lalu bahwa pengiriman akan dimulai bulan ini, dengan total sekitar 13,5 juta barel solar Rusia yang akan dipasok ke pasar global. Berdasarkan data Badan Informasi Energi AS, ini akan menjadi pertama kalinya AS mengimpor solar dari Rusia sejak Maret 2022.

Kantor Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan Carney telah berbicara dengan Zelenskyy dan menegaskan bahwa “kesepakatan ini bertentangan langsung dengan upaya Ukraina, Kanada, dan sekutu kami untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas di Eropa.”

Di Washington, tujuh senator AS—empat dari Partai Republik dan tiga dari Partai Demokrat—merilis pernyataan yang menegaskan bahwa Kongres telah melarang impor energi Rusia sejak 2022 dan bahwa kesepakatan tersebut melanggar hukum.

“Keputusan Presiden Trump untuk mengizinkan impor solar Rusia ke AS secara langsung bertentangan dengan undang-undang tersebut,” tulis para senator. “Pemerintah juga gagal berkonsultasi dengan Kongres atau menyampaikan penjelasan apa pun untuk membenarkan keputusan tersebut, sebagaimana diwajibkan oleh undang-undang.”

Serangan Ukraina terhadap kilang minyak dan aset energi Rusia mendorong Moskow memberlakukan larangan sementara terhadap ekspor sebagian besar solar, bahan bakar jet, dan bensin pada Juli. Rusia baru-baru ini memperpanjang larangan tersebut hingga Oktober.

Sebelum pembatasan diberlakukan dan Ukraina menyerang kilang-kilang minyaknya, Rusia menyumbang sekitar 10% dari pasokan solar global yang diangkut melalui laut. Penarikan volume tersebut dari pasar memperburuk dampak gangguan arus pasokan melalui Selat Hormuz akibat perang AS-Iran.

(bbn)

No more pages