Logo Bloomberg Technoz

Harga Minyak Naik usai Houthi Kembali Serang Bandara Riyadh

News
12 October 2026 06:20

Kapal tanker super pengangkut minyak PIS Pioneer./dok. PIS
Kapal tanker super pengangkut minyak PIS Pioneer./dok. PIS

Weilun Soon - Bloomberg News

Bloomberg, Harga minyak bergerak naik di tengah serangan terbaru terhadap bandara utama Arab Saudi dan serangan baru terhadap kapal tanker di dekat Selat Hormuz. Serangkaian serangan tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa eskalasi konflik dapat memperburuk risiko gangguan pasokan.

Minyak mentah Brent diperdagangkan di kisaran US$105 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di sekitar US$92 per barel. Bandara Internasional King Khalid di Riyadh kembali diserang Houthi pada Minggu (11/10), sehari setelah serangan menewaskan 12 orang. Pada hari yang sama, sebuah drone menyerang kapal tanker di dekat area labuh Sohar, lepas pantai Oman dan di luar Selat Hormuz, menurut UK Maritime Trade Operations.


Harga minyak acuan global tersebut telah melonjak lebih dari 70% sepanjang tahun ini seiring berlanjutnya perang AS-Iran tanpa tanda-tanda penyelesaian yang jelas. Sejumlah produsen minyak utama di Timur Tengah telah kembali mengekspor minyak mentah melalui Selat Hormuz dengan volume mendekati tingkat sebelum konflik. Namun, lonjakan serangan terhadap kapal tanker dan meningkatnya ketegangan di kawasan itu dapat mengancam kelancaran arus pasokan tersebut.

Secara terpisah, Donald Trump mengatakan Rusia dan Ukraina telah menyepakati “gencatan senjata energi” yang berlaku segera. Serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia telah mengganggu kapasitas pengolahan minyak negara tersebut dan turut memperketat pasokan solar global. Pada akhir pekan lalu, Trump mengatakan dirinya tengah bekerja sama dengan Vladimir Putin untuk melepas pasokan solar Rusia ke pasar.