Logo Bloomberg Technoz

Serangan itu terjadi kurang dari sepekan setelah pasukan yang didukung Arab Saudi di Yaman melancarkan operasi untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi dan “melenyapkan” kelompok tersebut. Kelompok militan itu kerap mengklaim serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi. Mereka baru-baru ini merebut lebih banyak wilayah Yaman dan memperkuat kendali atas Bab el-Mandeb, jalur pelayaran penting dunia yang menjadi titik rawan bagi perdagangan global.

Ketika ditanya wartawan pada Sabtu apakah Washington akan bergabung dalam serangan Arab Saudi terhadap pemberontak Houthi, Presiden AS Donald Trump menjawab, “Mungkin. Kami akan mempertimbangkannya.”

Kawasan keuangan ibu kota Arab Saudi, yang menjadi lokasi dana kekayaan negara, bursa saham, serta perusahaan global mulai dari konsultan hingga perusahaan Wall Street seperti Goldman Sachs Group Inc., beralih ke sistem kerja jarak jauh. Sekolah-sekolah di Riyadh juga menerapkan pembelajaran jarak jauh setidaknya selama sepekan.

Houthi, yang merebut ibu kota Yaman, Sanaa, pada 2015 dan sejak saat itu hampir terus-menerus memerangi koalisi pimpinan Arab Saudi, tidak secara eksplisit mengklaim bertanggung jawab atas serangan di Riyadh. Dalam sebuah pernyataan, mereka memperingatkan bahwa bandara menjadi sasaran dan meminta staf serta penumpang menghindari wilayah udara Arab Saudi.

Sebuah proyektil lain jatuh pada malam hari di sekitar bandara di Dammam, wilayah Provinsi Timur yang terletak dekat kantor pusat raksasa minyak Saudi Aramco, menurut koalisi pimpinan Arab Saudi. Sebuah drone juga menargetkan wilayah timur negara tersebut, sementara sebuah rudal balistik berhasil dicegat di Al-Kharj, sebelah selatan Riyadh.

Peristiwa ini terjadi ketika sejumlah tokoh besar di sektor keuangan dan energi global dijadwalkan datang ke ibu kota Arab Saudi untuk menghadiri serangkaian acara yang bertujuan mempromosikan kerajaan tersebut kepada dunia.

World Petroleum Congress ke-25 dijadwalkan dimulai pada Minggu dan berlangsung hingga 15 Oktober. Acara ini akan disusul pada akhir Oktober oleh penyelenggaraan Future Investment Initiative ke-10, forum utama Riyadh yang mempertemukan para investor. Sejumlah tokoh penting industri diperkirakan hadir, termasuk CEO BP, ExxonMobil, dan Shell, serta petinggi Wall Street seperti David Solomon dari Goldman Sachs dan Larry Fink dari BlackRock.

Para menteri energi dijadwalkan berkumpul pada Minggu, dan penyelenggara World Petroleum Congress telah menginformasikan kepada peserta bahwa acara tersebut tetap berlangsung. Menteri Energi Italia akan mengikuti pertemuan tingkat menteri secara daring, sementara sejumlah perusahaan konsultan membatalkan perjalanan atau membatasi kehadiran mereka.

Sebelum serangan terbaru terjadi, penyelenggara Future Investment Initiative telah memberi tahu peserta bahwa konferensi akan berlangsung sesuai rencana. Mereka juga menjanjikan pengamanan ketat di bandara, lokasi acara, dan hotel, serta koordinasi transportasi.

Keputusan untuk tetap menyelenggarakan konferensi tersebut akan menegaskan tekad Arab Saudi untuk mempertahankan agenda ekonominya meskipun perang antara AS dan Iran selama berbulan-bulan telah mengguncang industri minyak yang sangat penting bagi kerajaan itu.

Kekhawatiran terkait keamanan muncul ketika kebutuhan fiskal kerajaan semakin meningkat. Pemerintah baru-baru ini memperbesar proyeksi defisit anggaran seiring percepatan belanja infrastruktur dan pertahanan.

Arab Saudi, sekutu utama AS di Timur Tengah, semakin berada di pusat berbagai perkembangan kawasan dalam beberapa bulan terakhir.

Pada Juli, jet tempur Arab Saudi menyerang Bandara Internasional Sanaa di Yaman untuk mencegah pesawat Iran yang membawa delegasi Houthi mendarat. Houthi kemudian menyatakan memberlakukan “blokade” terhadap kapal-kapal Arab Saudi di Laut Merah sebagai respons atas apa yang mereka sebut sebagai “pengepungan” terhadap Yaman.

Serangan pada September yang berasal dari Irak menyebabkan penghentian operasional pipa minyak East-West Arab Saudi, yang mengalirkan minyak mentah ke pesisir Laut Merah. Pipa tersebut menjadi jalur penting bagi ekspor minyak Arab Saudi sejak perang Iran secara efektif menutup Selat Hormuz.

Pemerintahan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman telah berupaya mendapatkan bantuan untuk menghadapi Houthi. Trump, yang menyepakati gencatan senjata dengan kelompok militan tersebut tahun lalu, sebelumnya menunjukkan keengganan untuk bergabung dalam operasi militer Arab Saudi, meskipun AS memberikan dukungan intelijen kepada kerajaan itu.

Prancis telah mengirimkan peralatan militer pertahanan ke pelabuhan Yanbu di Arab Saudi, sementara Inggris menyediakan pesawat pengisian bahan bakar di udara. Turki dan Pakistan, yang menyepakati pakta pertahanan dengan Arab Saudi pada Agustus, telah menyatakan kesediaan untuk mengirimkan pasukan atau persenjataan ke kerajaan tersebut, meskipun bukan untuk keperluan ofensif.

(bbn)

No more pages