Logo Bloomberg Technoz

Beam dirancang untuk memberikan kinerja optimal bagi pelanggan bisnis dan pengembang dalam tugas-tugas pemrograman serta agen AI, dengan biaya yang lebih murah dibandingkan banyak produk pesaing, demikian disampaikan Reflection pada Senin. Perusahaan menyebutkan bahwa Beam meraih skor yang sebanding dengan GLM-5.2—model terbuka andalan dari Z.AI Tiongkok—dalam uji kinerja penalaran tingkat lanjut.

Startup yang didirikan oleh dua mantan peneliti Google DeepMind ini telah melakukan pembicaraan untuk menggalang dana US$2,5 miliar dengan valuasi US$25 miliar, demikian dilaporkan sebelumnya oleh Wall Street Journal.

Reflection juga telah menandatangani kesepakatan bernilai miliaran dolar dengan SpaceX milik Elon Musk dan penyedia layanan cloud Nebius Group NV untuk mengamankan daya komputasi guna mengembangkan model-modelnya.

Kerja sama dengan Reflection akan menambah deretan transaksi yang dilakukan Nvidia dalam beberapa bulan terakhir. Perusahaan pembuat chip ini, yang merupakan perusahaan paling berharga di dunia, telah memanfaatkan kekuatan finansialnya untuk mengembangkan industri AI secara lebih luas. Kesepakatan-kesepakatan tersebut mencakup perjanjian senilai US$13 miliar untuk mengakuisisi perusahaan model AI Hugging Face pada bulan September dan perjanjian lisensi senilai sekitar US$20 miliar dengan perusahaan rintisan chip Groq.

CEO Nvidia, Jensen Huang, juga merupakan pendukung utama model AI open-weight. Harapannya, pengembangan teknologi ini di AS dapat mengurangi penggunaan model AI open-weight asal China oleh perusahaan rintisan, yang biayanya jauh lebih murah dibandingkan model dari perusahaan Amerika seperti OpenAI dan Anthropic PBC, namun tidak jauh tertinggal dalam hal kecerdasan.

Pemerintah AS juga mendorong pengembangan model-model semacam itu.

“Kita perlu memastikan Amerika memiliki model-model terbuka terdepan yang didasarkan pada nilai-nilai Amerika,” tertulis dalam rencana aksi AI Presiden Donald Trump pada Juli 2025. “Model-model sumber terbuka dan bobot terbuka berpotensi menjadi standar global di beberapa bidang bisnis dan penelitian akademis di seluruh dunia.”

(bbn)

No more pages