Ristianto menyatakan hotspot tersebut merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit dan tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran maupun luas area yang terbakar.
Dia menyatakan, pengendalian karhutla dilakukan oleh kementerian bersama BNPB, TNI, Polri, BMKG, BPBD, pemerintah daerah dengan menyiagakan 61 unit pesawat; terdiri atas 17 unit untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta 44 unit untuk operasi water bombing.
“Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot. Karena itu, seluruh indikasi tetap harus diverifikasi melalui groundcheck untuk memastikan kondisi aktual serta menentukan tindakan penanganan yang diperlukan,” klaim dia.
Ristianto mengungkapkan penanganan melalui jalur darat juga tetap dilakukan melalui patroli, groundcheck, pemadaman langsung, penyekatan penjalaran api, pembasahan, mopping up, serta pendinginan.
Selanjutnya, kementerian memberikan perhatian khusus terhadap kawasan gambut, sebab bara dapat bertahan dan menjalar di bawah permukaan meskipun api di atas tanah sudah tidak terlihat.
Klaim Selamatkan Satwa
Ristianto mengklaim kementerian turut melakukan penyelamatan satwa liar yang terdampak karhutla di Kalimantan. Berdasarkan data terakhir, terdapat 272 satwa di Kalimantan mendapatkan penanganan melalui kegiatan evakuasi, translokasi, rehabilitasi, hingga penggiringan menuju habitat yang lebih aman.
Secara terperinci, penanganan tersebut tercatat di Kalimantan Selatan sebanyak 105 satwa, Kalimantan Barat 71 satwa, Kalimantan Tengah 48 satwa, dan Kalimantan Timur 48 satwa.
“Setiap laporan mengenai satwa terdampak ditindaklanjuti melalui verifikasi dan asesmen lapangan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan petugas terkait. Hasil asesmen menjadi dasar untuk menentukan apakah satwa perlu dievakuasi, dirawat, direhabilitasi, ditranslokasikan, atau dikembalikan menuju habitat yang aman,” kata dia.
Lebih lanjut, berikut sebaran titik api dengan tingkat kepercayaan tinggi di enam provinsi prioritas penanganan karhutla per Jumat (9/10/2026) dibandingkan hari sebelumnya:
- Kalimantan Tengah: 122 titik, meningkat dari 86 titik
- Sumatra Selatan: 107 titik, turun dari 130 titik
- Jambi: 15 titik, meningkat dari 3 titik
- Kalimantan Barat: 13 titik, meningkat tipis dari 12 titik
- Kalimantan Selatan: 13 titik, turun dari 37 titik
- Riau: nihil
(azr/wep)




























