Logo Bloomberg Technoz

Sebelumnya, pada hari yang sama, Trump bilang AS mungkin mempertimbangkan apakah akan bergabung dengan koalisi yang dipimpin Arab Saudi dalam memerangi pemberontak Houthi.

Sekitar 260 penerbangan ke dan dari Riyadh dibatalkan pada Sabtu dan 219 penerbangan lainnya ditunda, menurut data dari pemantau lalu lintas udara Flightradar24.

Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh mengeluarkan peringatan kepada para penumpang agar menghubungi maskapai penerbangan secara langsung dan memastikan status penerbangan mereka sebelum berangkat ke bandara.

Tiga warga negara Saudi tewas dalam serangan di bandara tersebut pada hari Kamis dan beberapa lainnya terluka, sementara sebuah pesawat Saudia Airlines mengalami kerusakan, demikian menurut pihak berwenang Saudi. Serangan-serangan sebelumnya pada minggu ini menewaskan satu orang di bandara utama ibu kota dan dua orang di bandara Abha. Kedua serangan tersebut diklaim oleh kelompok militan Houthi yang didukung Iran di Yaman.

Kelompok Houthi saat ini menghadapi serangan darat dari koalisi yang dipimpin Arab Saudi di Yaman. Pasukan dari pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan angkatan udara Arab Saudi sedang berupaya merebut kembali wilayah yang direbut oleh kelompok militan tersebut selama sebulan terakhir di dekat Selat Bab el-Mandeb yang strategis.

Serangan tersebut dimulai pada hari Minggu dan koalisi menyatakan telah merebut kembali wilayah, termasuk kota pelabuhan Mokha di Laut Merah. Kelompok yang dipimpin Arab Saudi tersebut menyatakan tujuannya adalah untuk “menghapus” kelompok Houthi, yang menguasai wilayah tempat tinggal sekitar 70% penduduk Yaman, termasuk ibu kota, Sanaa.

Ketika ditanya oleh wartawan apakah AS akan bergabung dalam serangan Arab Saudi terhadap pemberontak Houthi, Trump menjawab, “Mungkin saja. Kami akan mempertimbangkannya.”

Hingga saat ini, pemerintahan Trump masih enggan untuk lebih terlibat dalam serangan militer Arab Saudi tersebut.

(bbn)

No more pages