Logo Bloomberg Technoz

Peluncuran tersebut mencerminkan upaya BRI memperluas layanan pengelolaan kekayaan, tidak hanya melalui produk simpanan, tetapi juga instrumen pasar modal. Dengan pilihan produk yang berbeda karakteristik, nasabah memiliki alternatif untuk mempertimbangkan strategi investasi berdasarkan kebutuhan likuiditas, potensi pertumbuhan aset, dan jangka waktu investasi.

BRI Perluas Pilihan Reksa Dana Pendapatan Tetap

Dua produk yang diperkenalkan BRI bersama Eastspring Investments Indonesia merupakan reksa dana pendapatan tetap dengan profil risiko menengah. Keduanya berinvestasi pada instrumen utang, tetapi memiliki karakteristik pengelolaan dan penawaran yang berbeda.

Eastspring IDR Fixed Income Fund Kelas A berfokus pada efek bersifat utang yang diterbitkan pemerintah Republik Indonesia dan korporasi Indonesia, serta instrumen pasar uang dalam negeri. Produk ini pertama kali diluncurkan pada 16 Maret 2015.

Berdasarkan data Agustus 2026, reksa dana tersebut mencatatkan dana kelolaan sebesar Rp5,53 triliun dengan kinerja kumulatif 86,02% sejak peluncuran. Data historis ini memberikan gambaran mengenai perjalanan kinerja produk, meskipun tidak menjamin hasil investasi pada masa mendatang.

Produk kedua, Eastspring Investments IDR High Grade Kelas A, diluncurkan pada 9 Januari 2013. Reksa dana ini juga berprofil risiko menengah dan menempatkan investasi pada obligasi pemerintah serta obligasi korporasi Indonesia.

Salah satu karakteristik produk tersebut adalah alokasi sekitar 11% pada obligasi korporasi berkualitas tinggi. Selain itu, produk ini menawarkan distribusi dividen bulanan dengan target Pembagian Hasil Investasi (PHI) sekitar 6,5% per tahun hingga Januari 2027.

Target PHI tersebut menjadi salah satu aspek yang dapat dipertimbangkan investor dalam menilai karakteristik produk. Namun, target pembagian hasil bukanlah jaminan imbal hasil yang akan diterima, sehingga investor tetap perlu mempelajari prospektus dan ketentuan produk sebelum mengambil keputusan.

Kedua reksa dana pendapatan tetap tersebut memberikan pilihan bagi nasabah yang ingin memperoleh eksposur terhadap instrumen utang dalam rupiah. Meski berada dalam kategori profil risiko menengah, risiko perubahan harga obligasi, pergerakan suku bunga, dan kondisi penerbit tetap perlu menjadi pertimbangan.

Reksa Dana ESG untuk Investasi Jangka Panjang

Selain instrumen pendapatan tetap, BRI dan Eastspring Investments Indonesia menghadirkan Eastspring IDX ESG Leader Plus Kelas A. Produk ini merupakan reksa dana indeks saham yang mengacu pada kinerja Indeks IDX ESG Leaders.

Diluncurkan pada 12 Januari 2022, produk tersebut memiliki profil risiko tinggi dan ditujukan bagi investor berpengalaman dengan horizon investasi lebih dari lima tahun. Strategi ini memberikan kesempatan bagi investor untuk memperoleh eksposur terhadap saham-saham dalam indeks yang menggunakan kriteria ESG.

Pendekatan ESG mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam penilaian perusahaan. Dalam konteks investasi, faktor-faktor tersebut menjadi salah satu pertimbangan bagi investor yang ingin mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam strategi pengelolaan portofolio.

Meski menawarkan pendekatan berbeda dari reksa dana pendapatan tetap, reksa dana indeks saham memiliki risiko fluktuasi pasar yang perlu diperhatikan. Karena itu, kesesuaian produk dengan profil risiko dan tujuan investasi menjadi faktor penting sebelum nasabah menempatkannya sebagai bagian dari portofolio.

Aris mengatakan, diversifikasi lintas aset dan pertimbangan keberlanjutan semakin relevan dalam penyusunan strategi investasi jangka panjang. Nasabah perlu melihat portofolio secara menyeluruh, termasuk kemampuan menghadapi perubahan kondisi pasar.

“Nasabah saat ini tidak hanya mempertimbangkan potensi pertumbuhan aset, tetapi juga kemampuan portofolio dalam menghadapi berbagai siklus pasar. Kehadiran tiga reksa dana ini menegaskan komitmen BRI Wealth Management dalam menyediakan layanan yang komprehensif dan bernilai tambah, sekaligus mendukung peningkatan literasi investasi serta akses terhadap produk pasar modal berkualitas,” pungkas Aris.

Diversifikasi memungkinkan investor membagi penempatan dana ke sejumlah instrumen dengan karakteristik berbeda. Namun, strategi tersebut tidak menghilangkan risiko kerugian dan tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan keuangan, jangka waktu investasi, serta kemampuan investor menghadapi perubahan nilai aset.

BRI dan Eastspring Perluas Akses Investasi

Presiden Direktur Eastspring Indonesia Sulystari Rizal mengatakan, kerja sama dengan BRI menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan solusi investasi yang dikelola secara profesional kepada masyarakat Indonesia.

“Kolaborasi dengan BRI merupakan langkah strategis untuk memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap solusi investasi yang dikelola secara profesional. Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat menjangkau lebih banyak investor dan mendukung mereka dalam membangun masa depan keuangan yang lebih baik,” ungkapnya.

Kolaborasi kedua perusahaan menggabungkan jaringan layanan perbankan BRI dengan rangkaian produk investasi yang dikelola Eastspring Indonesia. Kerja sama ini diharapkan dapat membuka akses bagi lebih banyak nasabah untuk mengenal dan mempertimbangkan instrumen pasar modal sebagai bagian dari perencanaan keuangan.

Dengan investasi awal minimum Rp100.000, ketiga produk tersebut menawarkan titik masuk investasi yang relatif terjangkau dari sisi nominal awal. Meski demikian, keterjangkauan nominal bukan satu-satunya faktor yang perlu dipertimbangkan. Investor tetap perlu memahami strategi investasi, biaya, risiko, dan ketentuan masing-masing produk.

Melalui penguatan BRI Wealth Management, perseroan berupaya menyediakan pilihan investasi yang lebih beragam bagi nasabah dengan kebutuhan berbeda. Kehadiran reksa dana pendapatan tetap dan indeks saham berbasis ESG juga memperluas alternatif dalam menyusun portofolio sesuai tujuan keuangan.

Pada akhirnya, peluncuran tiga produk tersebut menjadi bagian dari upaya BRI dan Eastspring Indonesia memperluas akses terhadap investasi profesional sekaligus mendorong literasi keuangan. Pemahaman mengenai karakteristik produk dan disiplin dalam menentukan tujuan investasi tetap menjadi dasar penting bagi nasabah dalam membangun portofolio jangka panjang.

(tim)

No more pages