Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Grace Fu mengatakan Singapura terus menjalin komunikasi dengan negara-negara tetangga, sementara cuaca kering di kawasan ini akibat fenomena El Niño semakin mempersulit upaya pemadaman kebakaran hutan, sebagaimana dikutip dari The Straits Times.
Ia mengatakan telah berkomunikasi dengan Menteri Lingkungan Hidup Indonesia, Jumhur Hidayat, serta akan mendukung pembicaraan dan kerja sama regional terkait masalah kabut asap ini.
Perubahan iklim akibat ulah manusia telah meningkatkan frekuensi dan intensitas kekeringan. Tahun ini, pola cuaca El Niño yang ekstrem—dipicu oleh pemanasan suhu Samudra Pasifik—telah memperparah dan memperpanjang kekeringan di Asia Tenggara.
Kebakaran yang sengaja dilakukan secara ilegal untuk pembukaan lahan kini berkobar tak terkendali di lahan yang sebelumnya mengalami degradasi akibat praktik pertanian skala industri yang eksploitatif selama berpuluh-puluh tahun.
Pemerintah Indonesia mengatakan bahwa langkah-langkah yang diperlukan terus dilakukan untuk mengatasi kabut asap dan dampaknya yang melintasi perbatasan.
"Pemerintah Indonesia menanggapi masalah kebakaran hutan dan lahan secara serius," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri dalam pernyataan tertulis yang dikirim melalui surel pada Jumat malam.
"Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan negara-negara mitra, serta melalui mekanisme Asean, dalam menangani masalah kabut asap ini."
Pernyataan tersebut muncul setelah Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menghubungi Presiden Prabowo Subianto, membahas upaya bersama dalam menangani krisis ini.
Selama beberapa pekan terakhir, sejumlah negara di Asia Tenggara diselimuti kabut asap beracun akiba kebakaran hutan di Indonesia. Pemerintah di kawasan tersebut di bawah tekanan untuk bertindak dan mengoordinasikan respons terhadap situasi yang diperkirakan akan menjadi peristiwa terburuk dalam lebih dari satu dekade terakhir.
Kuala Lumpur telah menawarkan bantuan berupa pengiriman pesawat dan personel, meski belum jelas apakah bantuan tersebut telah tiba.
"Banyak stasiun pemantau kualitas udara di Semenanjung Malaysia, Singapura, Kalimantan, dan Sumatra melaporkan tingkat kualitas udara dari ‘Tidak Sehat’ hingga ‘Berbahaya,’" kata badan lingkungan Singapura dalam pembaruan informasi pada Sabtu pagi.
"Sejauh mana situasi titik api tidak dapat dipastikan karena terhalang oleh kabut asap tebal dan tutupan awan."
Penerbangan di Malaysia dan Indonesia mengalami gangguan atau pengalihan rute akibat jarak pandang yang turun di bawah batas aman.
Di Singapura, banyak warga yang mengenakan masker. Akhir pekan balapan Formula 1 diperkirakan akan menarik setidaknya 300.000 pengunjung, di mana penampilan artis internasional seperti Lana Del Rey dan Mark Ronson dijadwalkan bakal memeriahkan suasana.
(bbn)





























