Surat kabar milik pemerintah China, Global Times, melaporkan pada Sabtu bahwa China dan UE mencapai konsensus yang mencakup 16 poin, meliputi perdagangan dan investasi, pengendalian ekspor, hak kekayaan intelektual, serta reformasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dalam perundingan di Beijing pekan ini.
Kementerian Perdagangan China mengatakan pada Jumat bahwa pihaknya akan menggunakan mekanisme “jalur hijau” untuk memfasilitasi perizinan ekspor logam tanah jarang dan magnet permanen ke UE.
Indeks Stoxx 600 Automobiles & Parts menguat setelah pengumuman UE tersebut dan mengakhiri perdagangan dengan kenaikan 1,5%.
Distributor mobil D'Ieteren Group dan sejumlah produsen mobil Jerman termasuk di antara saham yang mencatatkan kenaikan terbesar.
Sefcovic menyampaikan pernyataan tersebut setelah dua hari perundingan dengan Menteri Perdagangan China Wang Wentao.
Perundingan itu bertujuan menunjukkan kemajuan sebelum KTT UE pada Kamis, ketika para pemimpin blok tersebut akan memutuskan langkah untuk menangani defisit perdagangan dengan Beijing yang terus membesar.
Kepala perdagangan UE itu akan memberikan pengarahan kepada para duta besar mengenai kesepakatan tersebut selama akhir pekan.
Langkah ini memberikan kesempatan bagi negara-negara anggota untuk menilai apakah kesepakatan tersebut cukup untuk meredam desakan agar UE meluncurkan lebih banyak penyelidikan, mengenakan tarif, dan memperluas kewenangan pembalasan dagang.
Kesepakatan tersebut akan berlaku selama empat tahun, kata Sefcovic. Namun, kedua pihak tidak memberikan perincian mengenai mekanisme pembatasan ekspor mobil hybrid.
Bloomberg sebelumnya melaporkan pekan ini bahwa UE tengah menyiapkan langkah-langkah pengamanan (safeguard measures), yang biasanya menggunakan tarif untuk menghambat impor yang melampaui volume tertentu.
Lonjakan penjualan mobil hybrid China telah menjadi simbol kekecewaan Eropa terhadap Beijing, meskipun persoalan tersebut hanya sebagian kecil dari keseluruhan masalah.
Para pemimpin UE mengkhawatirkan defisit perdagangan yang telah melampaui €1 miliar (US$1,1 miliar) per hari. Mereka ingin China berhenti membanjiri pasar Eropa dengan barang-barang berharga murah yang mendapat subsidi dan menggerus industri lokal.
Negara-negara berpengaruh seperti Prancis dan Jerman menegaskan bahwa jika situasi tidak segera berubah, UE harus mempertimbangkan kewenangan baru yang memungkinkan blok tersebut membatasi akses China ke pasarnya.
“Saya datang ke sini dengan satu tujuan yang jelas: mulai menyeimbangkan kembali hubungan perdagangan UE-China,” kata Sefcovic. “Defisit perdagangan merupakan tantangan yang sangat besar bagi Uni Eropa.”
Dia menambahkan bahwa China akan memperluas akses pasar bagi sejumlah produk UE dan berupaya mempercepat penerbitan izin ekspor logam tanah jarang, yang dibutuhkan Eropa untuk memproduksi teknologi modern.
Sefcovic mengatakan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, yang memimpin badan eksekutif blok tersebut, akan membahas langkah selanjutnya bersama para pemimpin UE dalam pertemuan di Brussels.
Sefcovic kemudian akan bertemu kembali dengan Wang paling lambat Januari sebelum putaran perundingan berikutnya pada Maret. Para pemimpin UE sebelumnya menugaskan Komisi Eropa untuk memulai putaran terbaru perundingan perdagangan ini pada musim panas.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Perdagangan China mengatakan kedua pihak telah “menegaskan kembali komitmen mereka sebagai mitra dagang utama untuk mengelola perbedaan secara tepat berdasarkan aturan WTO, menjaga stabilitas hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral, serta menjadikannya lebih seimbang.”
Penjualan mobil hybrid China meningkat, antara lain, karena kendaraan tersebut tidak terkena tarif UE terhadap kendaraan listrik yang diberlakukan pada 2024. Pada Agustus, mobil buatan China menyumbang sekitar seperempat dari total penjualan mobil hybrid di Eropa.
Menjelang perundingan pekan ini, Prancis dan Jerman meminta UE untuk memperluas secara signifikan kewenangan ekonomi yang dapat digunakan sebagai tindakan pembalasan. Keduanya bahkan mengusulkan agar UE mempertimbangkan pemutusan hubungan perdagangan dengan pihak-pihak yang dianggap bertindak buruk dan memulai perang dagang.
Dua negara dengan perekonomian terbesar di Eropa itu juga ingin UE menyelidiki apakah impor bersubsidi merugikan sektor-sektor seperti kimia dan plastik. Penyelidikan tersebut berpotensi berujung pada pengenaan tarif tambahan.
Usulan itu dipandang sebagai taktik untuk menekan Beijing, sekaligus menunjukkan dukungan Jerman terhadap langkah-langkah tegas yang sebelumnya ditentangnya.
Sikap yang semakin keras tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran Eropa bahwa defisit perdagangannya dengan China, yang mencapai €360 miliar pada tahun lalu, telah melemahkan industri lokal.
Namun, pada saat yang sama, China semakin bergantung pada ekspor tersebut untuk menopang pertumbuhan ekonominya sendiri.
Beijing sebelumnya telah memperingatkan UE agar tidak menerapkan langkah-langkah yang disebutnya sebagai kebijakan proteksionis.
(bbn)
































