Kremlin juga merilis pernyataan yang mengutip Putin, yang mengatakan bahwa Rusia siap “memasok minyak dan produk minyak bumi ke pasar AS dan global”.
Meski demikian, pembatasan global lainnya terhadap pasokan Rusia masih tetap berlaku.
Langkah besar AS terkait solar Rusia ini membalikkan kebijakan sanksi yang telah diberlakukan selama bertahun-tahun untuk membatasi keuntungan Rusia setelah invasinya ke Ukraina.
Kebijakan tersebut merupakan upaya menambah kelonggaran pasokan di pasar global yang kesulitan mengatasi kelangkaan solar berkepanjangan—bahan bakar penting untuk transportasi, pemanas, dan pembangkit listrik.
Kontrak berjangka solar AS merosot setelah pengumuman tersebut. Namun, terdapat sejumlah kendala besar untuk menambah pasokan, dan pelepasan produk pada tahap awal mungkin tidak cukup besar untuk menurunkan harga solar di AS.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menanggapi tindakan pemerintahan Trump melalui unggahan di X.
Ia mengatakan bahwa “setiap pelonggaran sanksi terhadap Rusia tanpa kesepakatan deeskalasi yang jelas dan berkelanjutan dengan Rusia merupakan bentuk kelemahan yang nyata.”
Rusia telah memberlakukan larangan ekspor solar secara sepihak sejak Juli, menyusul serangan pesawat nirawak Ukraina terhadap kilang-kilang minyaknya selama beberapa bulan.
Trump sebelumnya telah meminta Ukraina menghentikan serangan tersebut. Namun, Ukraina justru meningkatkan serangan terhadap aset minyak Rusia dalam upaya membatasi kemampuan Kremlin untuk membiayai dan mempertahankan perang.
“Ukraina tidak akan membakar kilang minyak Rusia jika Rusia tidak menghancurkan infrastruktur energi kami. Inilah jenis kesepakatan yang kami tawarkan kepada Amerika, dan kami meyakini Amerika Serikat memiliki kekuatan yang cukup untuk mencapai kompromi semacam itu,” kata Zelenskyy.
Zelenskyy berupaya mempertahankan dukungan Trump ketika Rusia terus melancarkan serangan terhadap infrastruktur sipil Ukraina sepanjang waktu. Para negosiator Ukraina dijadwalkan bertemu dengan utusan AS Jared Kushner dan Steve Witkoff di AS pada Jumat.
Pada Jumat, Trump mengklaim pelepasan pasokan Rusia akan membantu menurunkan harga solar bagi petani, peternak, dan pengemudi truk di AS—kelompok pemilih penting menjelang pemilihan paruh waktu November.
Biaya hidup, termasuk biaya energi, menjadi isu utama dalam pemilihan tersebut. Sejumlah jajak pendapat menunjukkan tingkat persetujuan terhadap Trump berada di level terendah sepanjang masa, sementara para pemilih sebagian besar kecewa terhadap penanganannya atas perekonomian dan perang di Iran.
Bagi pasar bahan bakar global, tambahan pasokan tersebut dapat membantu meredakan tekanan, meskipun dampaknya terbatas.
Ryan McKay dari TD mengatakan bahwa tambahan pasokan itu masih “jauh dari” cukup untuk menutup kesenjangan pasokan dalam waktu dekat.
“Kekhawatiran terbesar adalah apakah para pengolah minyak mampu melakukannya,” kata McKay.
Pengumuman pada Jumat tersebut merupakan langkah terbaru pemerintahan Trump untuk membantu meredakan biaya bahan bakar, khususnya solar, yang melonjak di tengah perang Rusia di Ukraina dan konflik AS dengan Iran.
Awal pekan ini, Trump menandatangani perintah eksekutif untuk melonggarkan pembatasan penggunaan jenis solar yang dibebaskan dari pajak.
Menurut data Badan Informasi Energi AS (Energy Information Administration), AS terakhir kali mengimpor solar dari Rusia pada Maret 2022.
Kontrak berjangka solar AS turun ke level terendah intrahari setelah perdagangan resmi berakhir menyusul pengumuman tersebut, dengan harga berada di sekitar US$4,67 per galon.
Berdasarkan data AAA, harga eceran solar di AS mencapai US$6,28 per galon pada Kamis, turun dari rekor tertinggi yang tercatat pada September.
Konflik Iran yang berkepanjangan—kini memasuki bulan kedelapan—telah menghambat arus energi melalui Selat Hormuz, sehingga mendorong kenaikan harga bahan bakar di seluruh dunia.
Awal pekan ini, Trump mengatakan bahwa AS tidak akan kembali menyerang Iran hingga setelah pemilihan paruh waktu November. Pernyataan tersebut mengindikasikan adanya pembicaraan yang produktif dengan Teheran, menurut Trump.
Pengiriman produk minyak Rusia meningkat ke level tertinggi dalam tiga bulan pada September, meskipun aliran solar merosot akibat larangan ekspor yang diberlakukan pemerintah.
Moskow membatasi ekspor solar untuk memperkuat pasokan domestik setelah serangan Ukraina terhadap kilang-kilang minyaknya.
Para pejabat sedang mempertimbangkan untuk mengizinkan sejumlah produsen kembali melakukan pengiriman pada bulan ini guna menghindari penumpukan stok, menurut laporan Interfax.
Trump tidak menjelaskan apakah dirinya membahas topik lain dengan Putin pada Jumat, seperti kematian seorang pekerja laboratorium di Siberia baru-baru ini yang memicu spekulasi mengenai wabah pes paru (pneumonic plague), maupun upaya terbaru AS untuk menghidupkan kembali perundingan perdamaian guna mengakhiri perang Kremlin di Ukraina.
(bbn)





























