Logo Bloomberg Technoz

Ajang Pertamina Grand Prix Serap Tenaga Kerja Lokal Lombok


(Dok. Pertamina)
(Dok. Pertamina)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 tak hanya membawa perhatian dunia ke Pertamina Mandalika International Circuit, tetapi juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat lokal. Sejumlah warga Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), terlibat dalam berbagai pekerjaan pendukung selama rangkaian balapan berlangsung pada 9-11 Oktober 2026.

Kesempatan tersebut hadir melalui beragam posisi, mulai dari petugas kebersihan hingga pengelolaan dan pemilahan sampah. Bagi para pekerja, keterlibatan dalam ajang internasional ini menjadi jalan untuk memperoleh penghasilan sekaligus menambah pengalaman yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan karier.

Salah satu warga yang merasakan kesempatan itu adalah Baiq Essenza, warga Praya berusia 20 tahun. Untuk pertama kalinya, ia bekerja di area sirkuit dengan bergabung dalam tim kebersihan yang bertanggung jawab menyapu, membersihkan kawasan, dan memilah sampah.

Essenza mengaku bangga mendapat kesempatan bekerja di area paddock, salah satu bagian penting dalam penyelenggaraan balapan. Penghasilan yang diperolehnya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus membantu orang tua.

“Sangat membanggakan. Baru pertama kali ikut Pertamina Grand Prix of Indonesia dan langsung ditaruh di paddock. Sangat bikin saya bangga bisa kerja di sini,” ujar Essenza.

Bagi Essenza, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk terlibat langsung dalam kegiatan olahraga internasional yang berlangsung di daerahnya. Ia berharap ajang balap di Mandalika dapat terus diselenggarakan sehingga semakin banyak warga setempat mendapat akses terhadap peluang kerja serupa.

Pekerjaan di Sirkuit Bantu Perekonomian Keluarga

(Dok. Pertamina)

Dampak ekonomi dari penyelenggaraan acara juga dirasakan Lia Kartika, warga Sengkol yang dipercaya menjadi koordinator Cleaning Service Waste Management (CSWM) di Pertamina Mandalika International Circuit.

Lia menjelaskan, tim kebersihan bertugas menjaga kebersihan ruangan, sementara tim pengelolaan sampah menangani kebersihan area lapangan. Pekerjaan tersebut menuntut koordinasi dan kesiapan tenaga kerja selama kegiatan berlangsung.

Bersama timnya, Lia menjalani jam kerja selama 12 jam sehari, mulai pukul 07.00 hingga 18.00 WITA. Ia telah beberapa kali terlibat dalam penyelenggaraan acara di sirkuit setelah sebelumnya lebih banyak menjalani aktivitas sebagai ibu rumah tangga.

“Dampak ekonominya bagus banget. Dampak dari sirkuit ini karena banyak ekonomi terbantu di sini dan makin memperkecil pengangguran warga Lombok,” kata Lia.

Penghasilan dari pekerjaan tersebut memberikan ruang bagi Lia untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus menyusun rencana keuangan. Ia mengungkapkan, pendapatan yang diperoleh kini dapat digunakan untuk mencicil kendaraan bermotor dan menyisihkan uang untuk membeli emas.

“Yang tadinya enggak bisa sama sekali, sekarang bisa karena sirkuit ini. Sejak beberapa kali ikut bantu-bantu di event saya jadi bisa cicil motor dan menabung beli emas. Alhamdulillah,” ujarnya.

Pengalaman Lia memperlihatkan bahwa kesempatan kerja dalam penyelenggaraan acara berskala internasional dapat memberikan manfaat langsung bagi rumah tangga. Bagi warga yang memperoleh pekerjaan, pendapatan tambahan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung rencana keuangan jangka panjang.

Anak Muda Manfaatkan Ajang Balap untuk Menambah Pengalaman

Peluang kerja di Mandalika juga dirasakan Elyani Sulistianda, warga Praya yang bertugas dalam pengelolaan dan pemilahan sampah. Selama sekitar tujuh hari mengikuti rangkaian kegiatan MotoGP, ia melihat kehadiran acara tersebut memberikan kesempatan ekonomi, khususnya bagi generasi muda yang sedang mencari pekerjaan.

“Sudah ada banget dampak untuk ekonomi bagi kita, apalagi kita anak-anak muda yang benar-benar butuh pekerjaan,” katanya.

Selain membantu memperoleh penghasilan, pekerjaan dalam ajang internasional juga memberikan kesempatan bagi tenaga kerja muda untuk mengenal lingkungan kerja yang berbeda. Keterlibatan tersebut dapat menjadi pengalaman awal untuk membangun keterampilan dan rekam jejak profesional.

Hal itu dirasakan Feri Zon Lahardi, mahasiswa berusia 20 tahun asal Sakra Barat, Lombok Timur. Ia memanfaatkan masa libur kuliah untuk bekerja paruh waktu dalam gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.

Feri mengetahui informasi lowongan pekerjaan dari seorang teman. Setelah mendaftar dan mengikuti wawancara, ia menjalani pelatihan selama dua hari sebelum mulai bertugas di lokasi acara.

Selama bekerja, Feri menjalani jam kerja selama 12 jam, mulai pukul 07.00 hingga 19.00. Pendapatan yang diperoleh digunakan untuk membantu membayar uang kuliah dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Saya cuma pengen cari pengalaman saja. Mumpung lagi muda, biar ada banyak pengalamannya buat nambah CV nanti,” ujar Feri.

Bagi Feri, pengalaman tersebut memiliki nilai lebih dari sekadar penghasilan sementara. Keterlibatan dalam penyelenggaraan acara internasional dapat menjadi bekal ketika ia menyelesaikan pendidikan dan mulai memasuki dunia kerja.

Kemampuan berbahasa Inggris juga memberinya kesempatan untuk berinteraksi dengan wisatawan mancanegara yang hadir selama acara. Pengalaman tersebut memperluas ruang belajar di luar kegiatan perkuliahan sekaligus memberinya kesempatan membangun relasi baru.

“Pastinya saya sangat bangga bisa join ikut event internasional ini dan sangat senang sekali bisa dapat banyak teman, banyak dapat pengalaman, apalagi bisa ngobrol dengan bule-bule. Saya harap sih gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia lancar-lancar dan terus ada tiap tahunnya,” tutupnya.

Sport Tourism dan Peluang Ekonomi Lokal

(Dok. Pertamina)

Keterlibatan Essenza, Lia, Elyani, dan Feri menggambarkan salah satu dampak penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia di luar kompetisi balap. Kegiatan tersebut menciptakan kebutuhan tenaga kerja untuk mendukung operasional acara, termasuk kebersihan, pengelolaan sampah, dan layanan pendukung lainnya.

Bagi masyarakat setempat, kebutuhan tenaga kerja itu membuka peluang memperoleh pendapatan tanpa harus meninggalkan daerah asal. Kesempatan tersebut juga menjangkau kelompok dengan latar belakang berbeda, mulai dari ibu rumah tangga hingga mahasiswa yang ingin mendapatkan pengalaman profesional.

Dalam konteks pengembangan sport tourism, keberadaan sirkuit dan penyelenggaraan ajang internasional berpotensi menghubungkan kegiatan olahraga dengan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya. Selain sektor akomodasi, kuliner, dan transportasi, kebutuhan operasional acara turut membuka ruang kerja bagi warga lokal.

Keberlanjutan penyelenggaraan kegiatan menjadi salah satu harapan para pekerja yang merasakan manfaatnya. Semakin banyak agenda yang berlangsung di Mandalika berpotensi menghadirkan kesempatan baru bagi masyarakat, meskipun besarnya manfaat akan bergantung pada kebutuhan tenaga kerja dan keterlibatan warga dalam setiap acara.

Kisah para pekerja lokal tersebut menunjukkan bahwa manfaat Pertamina Grand Prix of Indonesia tidak hanya terlihat dari berlangsungnya balapan kelas dunia. Bagi sebagian warga Lombok, ajang ini juga menjadi kesempatan untuk menambah penghasilan, membantu keluarga, mengembangkan keterampilan, dan membangun pengalaman kerja sebagai bekal untuk masa depan.