Mengenal Micron (MU), Perusahaan Chip Memori Asal Amerika

Bloomberg Technoz, Jakarta - Micron Technology, Inc. adalah salah satu produsen memori terbesar di dunia yang kini memusatkan kapasitasnya pada kebutuhan pusat data. Karena itu, aplikasi saham AS yang dipakai investor Indonesia hampir selalu memuat Saham MU, terutama bagi yang mengikuti rantai pasok kecerdasan buatan.
Memahami komposisi pendapatan dan karakter siklus industrin ya membantu Anda menakar risiko sebelum masuk posisi. Berikut adalah profil perusahaan, struktur bisnis, kinerja terbaru, serta hal-hal yang perlu dicermati investor.
Profil Micron dan Jejaknya di Bursa
Micron Technology, Inc. berdiri pada 1978. Perusahaan ini didirikan oleh Ward Parkinson, Joe Parkinson, Dennis Wilson, serta Doug Pitman. Kantor pusatnya berada di Boise, Idaho, sedangkan pencatatan saham perdananya berlangsung pada 1984.
Saham Micron kini diperdagangkan di bursa Nasdaq dengan kode MU, setelah sebelumnya tercatat di New York Stock Exchange. Kapitalisasi pasarnya tercatat sekitar USD1,04 triliun per 15 September 2026. Perusahaan juga membagikan dividen kuartalan sebesar USD0,15 per saham yang dibayarkan pada 21 Juli 2026.
Komposisi Pendapatan Micron
Pada kuartal ketiga tahun fiskal 2026, Micron membukukan pendapatan USD41,46 miliar. Rinciannya terdiri dari Cloud Memory sebesar USD13,77 miliar atau sekitar 33,2%, serta Core Data Center sebesar USD11,52 miliar atau sekitar 27,8%. Sisanya berasal dari Mobile and Client sebesar USD11,52 miliar, serta Automotive dan Embedded sebesar USD4,63 miliar.































