Logo Bloomberg Technoz

Penyelenggara balapan, Singapore GP Pte Ltd., mengatakan tidak ada rencana untuk mengubah kegiatan hiburan yang sebagian besar berlangsung di ruang terbuka.

“Kami akan terus memantau dengan cermat seluruh kondisi cuaca, termasuk kabut asap, sebagai bagian dari perencanaan dan operasional standar acara kami,” kata Direktur Eksekutif Adam Firth dalam tanggapan melalui email kepada Bloomberg.

Indonesia tengah menghadapi salah satu musim kebakaran terburuk dalam beberapa tahun terakhir, seiring fenomena El Niño yang semakin intensif memperparah kekeringan dan memicu kebakaran luas di seluruh kepulauan.

Kondisi tersebut menyebabkan kabut asap tebal menyelimuti kawasan ini selama berminggu-minggu. Menurut platform pemantau kualitas udara IQAir, kualitas udara di Singapura dan Kuala Lumpur, Malaysia, berada dalam kategori “sangat tidak sehat” pada Jumat siang. Cakrawala ikonik Singapura juga tertutup kabut asap pada Jumat seiring memburuknya kondisi udara.

Data Badan Lingkungan Nasional Singapura menunjukkan kualitas udara di kelima wilayah negara kota tersebut berada pada tingkat tidak sehat. Kondisi kering diperkirakan berlanjut di sejumlah wilayah ASEAN bagian selatan dalam beberapa hari ke depan.

“Meski situasi titik panas dan kabut asap dapat membaik di wilayah yang mengalami hujan, kondisi diperkirakan tetap memburuk di daerah rawan kebakaran yang mengalami kekeringan berkepanjangan, dengan risiko berlanjutnya kabut asap lintas batas yang parah,” kata badan tersebut.

Memburuknya polusi meningkatkan tekanan agar negara-negara di kawasan mengambil langkah bersama. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menghubungi Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada Kamis untuk membahas upaya mengatasi kabut asap yang memicu kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat di seluruh Asia Tenggara.

Menurut Perdana Menteri Malaysia, Anwar mengatakan Prabowo telah “sepakat untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan.”

Di Malaysia, sekolah-sekolah di negara bagian Malaka, Negeri Sembilan, dan Selangor, serta di Kuala Lumpur, Putrajaya, dan Distrik Rompin di Pahang, akan ditutup pada Jumat, kata Menteri Pendidikan Malaysia Fadhlina Sidek dalam unggahan di Facebook. Kebijakan ini menyusul langkah serupa yang sebelumnya diterapkan di negara bagian Johor, salah satu wilayah yang paling terdampak kabut asap.

Taman-taman di Kuala Lumpur yang biasanya dipadati warga untuk berlari pada pagi hari tampak sepi karena masyarakat memilih tetap berada di dalam ruangan untuk menghindari kabut asap.

Sekolah-sekolah di wilayah dengan tingkat polusi udara tinggi selama tiga hari berturut-turut juga akan ditutup pada Senin, kata Kementerian Pendidikan Malaysia melalui media sosial.

Penutupan tersebut dilakukan beberapa jam setelah Raja Malaysia, Sultan Ibrahim Iskandar menyerukan langkah itu, dengan menegaskan bahwa kesehatan dan keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas.

“Langkah-langkah yang tepat harus diambil oleh kementerian dan lembaga terkait untuk melindungi para siswa, termasuk warga lanjut usia dan pasien dengan gangguan pernapasan,” kata Sultan dalam unggahan di Facebook.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk mengenakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

(bbn)

No more pages