"Itu sebabnya kita harus merangkul semua menjadi satu. Dan saya rasa kita jadi keluarga yang delapan miliar orang di rumah yang namanya Planet Earth ini. Ya, nggak enak kalau ada keluarga kita yang keluar," ujarnya.
Menurut Budi, negara-negara yang telah meninggalkan WHO seharusnya diajak kembali untuk memperkuat kerja sama global.
"Jadi, memang harusnya kita ajak bersama-sama kembali ke organisasi ini," katanya.
Selain persoalan keanggotaan negara, Budi juga menanggapi pertanyaan mengenai latar belakangnya yang berbeda dari kandidat lain dalam pencalonan Direktur Jenderal WHO.
Dia menilai, WHO dan sejumlah organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) saat ini menghadapi situasi luar biasa, termasuk persoalan defisit dan keluarnya sejumlah anggota. Kondisi tersebut, menurut dia, membutuhkan pendekatan kepemimpinan yang berbeda.
"WHO dan banyak organisasi PBB sekarang dalam suasana yang extraordinary, karena defisitnya extraordinary, banyak anggota juga beberapa keluar," ujar Budi.
Dia menambahkan, situasi yang tidak biasa membutuhkan langkah dan sosok pemimpin yang berbeda dari biasanya.
"Jadi, extraordinary times itu butuh extraordinary measures, juga butuh extraordinary person. Jadi, memang harusnya yang diambil bukan ordinary person yang biasa menjalankan organisasi tersebut," katanya.
(dec)






























