BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) memandang tekanan jual meningkat di tengah persepsi pasar terhadap notula rapat (minutes of meeting) bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve. Dalam rapat edisi September, terlihat bahwa para anggota Komite Pengambil Kebijakan The Fed (Federal Open Market Committee/FOMC) bersikap hawkish dengan membuka peluang kenaikan suku bunga acuan lebih lanjut.
Sementara dari dalam negeri, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) September turun tipis ke 118,1 dari bulan sebelumnya di 118,5.
Hari ini, BRIDS menilai investor akan mencermati data penjualan ritel yang dirilis Bank Indonesia (BI). Data ini akan menjadi indikator penting untuk melihat keberlanjutan pemulihan konsumsi domestik.
“Secara teknikal, IHSG berpotensi menguji level psikologis 6.000 dengan 6.019 sebagai support terdekat,” sebut BRI Danareksa.
Fokus utama, demikian BRIDS, adalah mempertahankan area 6.000–6.019. Apabila support tersebut berhasil bertahan, maka tekanan jual berpotensi mereda. Namun penembusan di =6.000 akan meningkatkan risiko bearish dengan downside berikutnya menuju 5.854.
Saham–saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah JECX, VICI, dan WIFI.
Lebih lanjut, Phintraco Sekuritas menyebut harga minyak mentah meningkat tajam seiring serangan Iran terhadap kapal-kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz dan ancaman Badai Isaias terhadap produksi lepas pantai AS. Meski demikian, harga minyak turun dari level tertinggi intraday setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan negaranya tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu sela bulan depan.
Secara teknikal, IHSG ditutup di bawah level MA5 dan MA10 dengan volume jual yang meningkat. Sehingga diprediksi IHSG kembali akan menguji level kritikal di 6.000. Jika IHSG masih bertahan di atas level 6.000 dan rebound, maka berpotensi membentuk double bottom.
“Namun jika IHSG ditutup di bawah level 6.000, maka diperkirakan IHSG akan menguji level di 5.800-5.900,” tulis Phintraco. Saham-saham pilihan Phintraco Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah ASII, EMAS, INCO, EXCL, dan ULTJ.
Kemudian CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, melemahnya bursa Wall Street dan terkoreksinya harga komoditas mineral logam (timah, nikel, dan tembaga) serta berlanjutnya aksi jual investor asing diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu, naiknya harga beberapa komoditas seperti minyak mentah, minyak sawit, dan emas berpeluang menjadi sentimen positif untuk IHSG.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 5.930–5.830 dan resistance 6.130–6.230,” demikian CGS International Sekuritas.
Saham–saham pilihan versi CGS meliputi saham BFIN, KLBF, SMGR, ULTJ, PGAS, dan EMAS.
Adapun Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG berisiko melemah, disebabkan oleh tensi yang masih akan tinggi yang akan mendorong kenaikan harga minyak, melemahnya sebagian besar komoditas, kembali melemahnya rupiah, serta masih derasnya outflow dana asing. Saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah BFIN, GGRM, dan ANTM.
(fad/aji)



























