Dalam IPO tersebut, RANS menawarkan 2,52 miliar saham baru atau 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Perseroan menghimpun dana masyarakat sekitar Rp429,25 miliar.
Di sisi lain, Raffi enggan berkomentar banyak ihwal rencana aksi korporasi yang akan dilakukan RANS dalam waktu dekat. Dia meminta pertanyaan soal aksi korporasi RANS diajukan ke istrinya, Nagita Slavina sebagai direktur utama perseroan.
“Ada, rahasia dong tanya ke bu bos Nagita,” kata dia.
Ditinggal Investor
Jumlah pemegang saham RANS) susut 83,27% sejak perusahaan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Juli 2026.
Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek RANS periode September 2026, jumlah pemegang saham berdasarkan Single Investor Identification (SID) tercatat sebanyak 126.253 investor, turun 21.843 SID dibandingkan akhir Agustus yang mencapai 148.096 investor.
Jika dibandingkan dengan jumlah SID pada awal pencatatan saham RANS yang mencapai 754.691, jumlah pemegang saham perseroan telah berkurang sekitar 83,27% atau sebanyak 628.438 SID.
Sebelumnya, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menjelang melantainya RANS di bursa, menilai valuasi RANS relatif mahal saat penawaran umum perdana saham.
Kala itu, valuasi RANS diperkirakan berada pada kisaran price to earnings ratio (PER) 30-38 kali. Menurut Liza, daya tarik RANS lebih bertumpu pada potensi pertumbuhan bisnis dibandingkan fundamental yang telah matang.
(fik/naw)




























