Selain KLM, Bank Indonesia juga memberikan dukungan terhadap sektor perumahan melalui sejumlah kebijakan lainnya, antara lain pelonggaran Loan to Value/Financing to Value (LTV/FTV) hingga 100%, penguatan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) termasuk melalui pembiayaan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
"Serta pemanfaatan surat utang PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebagai underlying repo dalam operasi moneter Bank Indonesia," katanya.
Destry menegaskan bahwa berbagai kebijakan tersebut merupakan bentuk dukungan BI terhadap sektor perumahan dan akan terus diperkuat melalui sinergi dengan pemerintah.
Berdasarkan data BI, penyaluran kredit properti pada Agustus 2026 tumbuh 18,3% (yoy), melambat dibanding pertumbuhan pada bulan sebelumnya yang sebesar 18,4% (yoy).
Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan KPR dan KPA, konstruksi, dan real estate masing-masing 4,2%, 49,5%, 15,8%, sedikit melambat dibanding pertumbuhan bulan sebelumnya, masing-masing 4,3%, 49,7%, dan 16%.
(lav)





























