Saham Boeing sempat mencatat kenaikan hingga 2,4% dalam perdagangan harian sebelum akhirnya ditutup naik 0,7% pada Jumat waktu New York. Saham ini telah turun 11% sepanjang tahun ini, tertinggal dibandingkan dengan kenaikan 13% pada Indeks S&P 500.
Dewan peninjau FAA dibentuk untuk menyelidiki masalah perangkat lunak tersebut, yang dapat muncul ketika pilot harus membatalkan upaya pendaratan, sehingga memaksa autopilot beralih ke tingkat otomatisasi yang lebih sederhana untuk pengendalian pitch (kemiringan hidung pesawat).
Hal ini meningkatkan beban kerja awak dibandingkan dengan mode standar.
Seorang pejabat FAA mengatakan Boeing akan menerbitkan buletin kepada maskapai penerbangan mengenai cara merespons situasi saat gangguan fungsi tersebut terjadi.
Pejabat itu menambahkan bahwa badan tersebut juga akan menerbitkan buletin informasi kelaikan udara khusus kepada maskapai AS dan regulator asing untuk memastikan mereka mengetahui adanya buletin dari Boeing tersebut.
"Kami akan terus mengikuti arahan FAA sementara para insinyur kami mengerjakan pembaruan perangkat lunak berikutnya," kata Boeing dalam sebuah pernyataan.
Produsen pesawat itu menambahkan bahwa mereka akan bekerja sama secara langsung dengan maskapai penerbangan untuk menyusun prosedur yang memungkinkan pilot mengaktifkan kembali sistem navigasi otomatis jika kesalahan tersebut terjadi.
Juru bicara GE Aerospace, perusahaan pemasok perangkat lunak tersebut, mengatakan bahwa pihaknya mendukung keputusan FAA dan akan terus bekerja sama erat dengan Boeing dalam proses pembaruan perangkat lunak itu.
Administrator FAA Bryan Bedford mengatakan pada awal pekan ini bahwa badan tersebut akan menunda sertifikasi Boeing 737 Max 10 sampai mereka memutuskan apakah gangguan perangkat lunak (bug) tersebut menimbulkan risiko keselamatan.
Badan tersebut sebelumnya telah memberikan sertifikasi untuk varian Max 7 yang lebih kecil pada bulan Agustus, meskipun varian itu juga menggunakan perangkat lunak yang bermasalah tersebut.
Peluncuran Max 10 sudah tertunda selama bertahun-tahun dan pesawat ini memegang peranan penting dalam upaya Boeing menghasilkan arus kas serta memperbaiki neraca keuangannya.
Saat ini, jumlah pesanan untuk pesawat tersebut telah melampaui 1.500 unit.
Masalah perangkat lunak ini sedikit mencoreng tren positif yang dialami perusahaan belakangan ini. Produsen pesawat tersebut telah mencapai kesepakatan dengan serikat pekerja kerah putihnya pada Kamis untuk mencegah pemogokan yang merugikan, serta berhasil mengungguli Northrop Grumman Corp. dalam perebutan kontrak produksi jet tempur generasi berikutnya untuk Angkatan Laut AS.
Boeing juga menuai pujian—termasuk dari Presiden Donald Trump—atas integritas struktural pesawat 737 Max buatannya.
Pujian ini muncul setelah sebuah pesawat yang dioperasikan oleh FlyDubai mengalami insiden menukik tajam yang mengerikan akibat tindakan seorang pilot yang menikam rekannya sendiri, dalam sebuah upaya yang diduga bertujuan untuk menjatuhkan pesawat tersebut.
Maskapai pelanggan Boeing, seperti Southwest Airlines Co., United Airlines Holdings Inc., American Airlines Group Inc., dan Alaska Air Group Inc., menyatakan bahwa mereka tidak mengoperasikan pesawat apa pun yang menggunakan versi perangkat lunak bermasalah tersebut.
United juga menyatakan tidak akan menerima pengiriman pesawat baru yang memiliki gangguan teknis tersebut, sementara Southwest sebelumnya mengatakan bahwa pengiriman model Max 8—baik yang baru saja diterima maupun yang akan datang—tidak akan dilengkapi dengan perangkat lunak yang bermasalah itu.
Pada Jumat, Southwest menyatakan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi erat dengan FAA dan Boeing.
"Kami menghargai tinjauan dari panel keselamatan dan akan bekerja sama secara erat dengan regulator serta pihak pabrikan untuk memastikan maskapai mengambil langkah-langkah yang tepat dalam menangani masalah ini," demikian pernyataan maskapai tersebut.
United tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait keputusan yang diambil pada Jumat tersebut.
(bbn)





























