Logo Bloomberg Technoz

Bekali Penyandang Disabilitas, BRI Gelar Pelatihan di Makassar


(Dok. BRI)
(Dok. BRI)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menjalankan Program BRI Sahabat Disabilitas 2026 melalui BRI Peduli. Memasuki tahun kelima, program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut digelar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Sebanyak 90 peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas dalam meningkatkan keterampilan. Program ini mencakup pelatihan hingga pemagangan yang diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk mengembangkan kapasitas.

Pelaksanaan program diawali dengan pelatihan menggunakan metode hibrida. Materi pelatihan terbagi dalam dua bidang utama, yakni administrasi perkantoran dan kewirausahaan.

Pada bidang administrasi perkantoran, peserta mendapatkan berbagai materi yang berkaitan dengan kebutuhan dasar di lingkungan kerja. Materi tersebut meliputi struktur perusahaan, pelayanan kepada pelanggan, penggunaan Microsoft Office hingga desain grafis.

Sementara itu, pelatihan kewirausahaan diarahkan untuk membangun pola pikir dan karakter berwirausaha. Materi tersebut ditujukan terutama bagi peserta yang memiliki atau ingin mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.

Selain materi kewirausahaan, program juga menghadirkan sesi berbagi pengalaman dari sejumlah tokoh yang relevan. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan perspektif sekaligus motivasi bagi peserta dalam mengembangkan aktivitas usaha.

Salah satu peserta, Andi Asrul, menilai materi yang diberikan dapat diterapkan dalam kegiatan sehari-hari, terutama dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung kegiatan wirausaha.

“Ada banyak sekali ilmu yang bisa saya petik dari kegiatan ini terutama dalam penggunaan digital untuk berwirausaha. Apalagi kaum milenial seperti saya khususnya teman-teman disabilitas membantu sekali apalagi dalam hal pemasaran ataupun promosi produk,” ungkapnya.

Menurut Andi, pemanfaatan kanal digital dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas pemasaran dan promosi produk. Pengetahuan tersebut menjadi salah satu bekal yang diperoleh peserta selama mengikuti pelatihan BRI Sahabat Disabilitas.

Peserta lainnya, Syaiful, berharap kolaborasi dalam program tersebut dapat terus dikembangkan sehingga manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak penyandang disabilitas.

“Terima kasih kepada BRI Sahabat Disabilitas semoga kolaborasi BRI Sahabat Disabilitas terus bertumbuh semoga setiap langkah kecil hari ini menjadi lompatan besar untuk kita semua penyandang disabilitas. Percaya pada diri kita sendiri jangan malu dengan kekurangan kita,” imbuhnya.

Lima Tahun BRI Sahabat Disabilitas

(Dok. BRI)

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, Program BRI Peduli Sahabat Disabilitas dirancang untuk membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas dalam memperoleh pengetahuan, mengasah keterampilan serta mendapatkan pengalaman yang dapat menjadi bekal untuk tahap berikutnya.

“Melalui BRI Peduli Sahabat Disabilitas, BRI berupaya membuka ruang bagi penyandang disabilitas untuk terus mengembangkan kapasitas, mengasah keterampilan, serta memperoleh pengalaman yang relevan. Harapannya, program ini tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga membuka lebih banyak peluang bagi mereka untuk berkarya dan berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi maupun sosial,” ujar Dhanny.

Program BRI Sahabat Disabilitas telah berjalan sejak 2021. Selama periode tersebut, BRI Peduli mencatat program ini telah memberikan manfaat kepada 460 penyandang disabilitas di berbagai wilayah Indonesia.

Keberlanjutan program hingga tahun kelima menjadi bagian dari upaya BRI dalam membuka akses pengembangan keterampilan dan pengalaman bagi penyandang disabilitas. Program tersebut tidak hanya berfokus pada pemberian pelatihan, tetapi juga dilanjutkan dengan pengalaman praktik melalui pemagangan.

Dhanny mengatakan pelaksanaan Program BRI Sahabat Disabilitas juga sejalan dengan arahan pemerintah, terutama dalam penguatan sumber daya manusia serta perluasan kesempatan kerja yang inklusif bagi penyandang disabilitas.

Rangkaian kegiatan tahun ini kemudian berlanjut ke tahap pemagangan. Peserta yang telah menyelesaikan pelatihan akan menjalani program tersebut selama tiga bulan, mulai September hingga November 2026.

Pemagangan dilaksanakan di berbagai instansi, UMKM dan universitas yang bekerja sama dengan BRI. Melalui tahap ini, peserta memiliki kesempatan untuk memperoleh pengalaman langsung di lingkungan kerja maupun kegiatan usaha.

Skema tersebut membuat program BRI Sahabat Disabilitas tidak berhenti pada penyampaian materi di ruang pelatihan. Peserta juga memperoleh kesempatan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari dalam situasi yang lebih praktis.

Bagi peserta yang mengikuti jalur kewirausahaan, pengetahuan mengenai karakter berusaha dan pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi bekal untuk mengembangkan usaha. Sementara peserta yang mengikuti materi administrasi perkantoran memperoleh keterampilan yang berkaitan dengan kebutuhan di lingkungan kerja.

Pelaksanaan program di Makassar juga memperluas cakupan BRI Sahabat Disabilitas di luar wilayah sebelumnya. Dengan melibatkan peserta dari berbagai latar belakang, program ini diarahkan untuk memberikan ruang pengembangan kapasitas yang lebih luas bagi penyandang disabilitas.

Dalam jangka lebih panjang, pengembangan keterampilan dan pengalaman kerja dapat menjadi bagian dari proses memperluas partisipasi penyandang disabilitas dalam aktivitas ekonomi dan sosial.

Program ini juga menunjukkan pendekatan TJSL yang menggabungkan pelatihan, pengembangan kapasitas, serta pengalaman praktik. Rangkaian tersebut menjadi upaya untuk memberikan bekal yang dapat digunakan peserta sesuai dengan kebutuhan dan minat masing-masing.

Dengan memasuki tahun kelima, BRI Sahabat Disabilitas terus dilanjutkan sebagai salah satu program BRI Peduli. Tahun ini, 90 peserta di Makassar mengikuti rangkaian pelatihan sebelum melanjutkan ke pemagangan selama tiga bulan.

Melalui kesinambungan antara pelatihan dan pemagangan, program tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperkuat keterampilan sekaligus mendapatkan pengalaman yang dapat mendukung langkah mereka berikutnya, baik dalam dunia kerja maupun kegiatan kewirausahaan.