Logo Bloomberg Technoz

Selama Januari hingga Agustus 2027, neraca perdagangan barang mencapai surplusnya sebesar 7,25 miliar USD.

“Surplus sepanjang bulan Januari hingga Agustus tahun 2026 terutama ditopang oleh surplus pada komoditas nonmigas yaitu sebesar US$28,54 miliar. Sedangkan untuk komoditas migas masih mengalami defisit sebesar US$21,29 miliar.

Tiga negara penyumbang surplus terbesar yakni Amerika Serikat sebesar US$12,47 miliar, India sebesar US$8,99 miliar, dan juga Filipina  sebesar US$5,70 miliar.

Sedangkan negara penyumbang defisit terdalam terutama yang China dengan defisit sebesar US$18,44 miliar, selanjutnya Singapura sebesar US$ 6,18 miliar dan Australia  sebesar US$5,33 miliar USD.

Sebelumnya, konsensus yang dihimpun Bloomberg memproyeksikan neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus US$700 juta, meningkat dari suplus Juli yang sebesar US$122 juta.

Melansir data konsensus, ekspor Agustus diperkirakan hanya tumbuh 4,15% secara tahunan (year-on-year/yoy). Jika terealisasi, proyeksi itu menunjukkan adanya perlambatan dibandingkan pertumbuhan ekspor Juli yang mencapai 6,05% yoy, dengan nilai US$26,22 miliar. Sebaliknya, impor Agustus diperkirakan tumbuh 30,47% yoy.

(ell)

No more pages