Ia menyebut, ide tersebut muncul ketika mencari konsep untuk sebuah hackathon. Bhargava melihat kesamaan antara engsel pada perangkat lipat dan pintu Walkman yang harus dibuka untuk memasukkan kaset.
“Saya berpikir akan menarik untuk mereplikasinya di Duo,” ujarnya.
Aplikasi tersebut awalnya dibuat dan didemonstrasikan Bhargava dalam Bitrig hackathon pada akhir pekan. Duo-Man meraih posisi kedua dalam ajang tersebut.
Setelah Bhargava mengunggah Duo-Man di X, aplikasi tersebut mendapat perhatian dengan lebih dari 1,8 juta tayangan dan hampir 10.000 likes.
Respons tersebut mendorong Bhargava untuk mengembangkan proyek yang awalnya dibuat sebagai eksperimen hackathon menjadi aplikasi sungguhan.
Saat dirilis, Duo-Man akan mendukung Apple Music dan file musik lokal. Aplikasi tersebut juga direncanakan memiliki fitur yang memungkinkan pengguna menggunakan Apple Pencil untuk memutar loop kaset secara virtual.
Bhargava menuturkan, pengalaman fast-forward dan rewind akan dibuat menyerupai Walkman asli. Dukungan Spotify disebut dapat ditambahkan pada tahap berikutnya.
Duo-Man juga memanfaatkan tren teknologi retro yang membuat perangkat fisik klasik kembali mendapat perhatian, termasuk kamera digital, ponsel flip, CD, telepon rumah, hingga kaset.
Bhargava sebelumnya telah mengembangkan sejumlah aplikasi lain, termasuk aplikasi kamus dan pembangun kosakata LookUp, aplikasi rekomendasi film Movie Buzz, serta utilitas zona waktu.
(mef/ain)
































