“Perubahan ini berpotensi meningkatkan volatilitas, khususnya pada saham berharga rendah, seiring penyesuaian rentang harga dan mekanisme Auto Rejection,” papar BRI Danareksa.
Secara teknikal, IHSG berpotensi melanjutkan tren pelemahan setelah menembus neckline pola Head and Shoulders di 6.375. Indikator MACD masih menunjukkan bearish momentum, dengan support terdekat di 6.110, diikuti 6.030. Sementara itu, resistance berada di 6.185, kemudian area 6.230–6.270.
“Pergerakan selanjutnya akan mencermati kemampuan indeks bertahan di area support serta perkembangan volatilitas selama fase adaptasi kebijakan BEI.”
Saham–saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah PTBA, UVCR, dan AMRT.
Lebih lanjut dari pasar global, Phintraco Sekuritas menyebut, Indeks terbebani oleh tingginya harga minyak dan berlanjutnya aksi jual di pasar obligasi AS. Kekhawatiran akan inflasi yang dipicu oleh harga energi, ditambah dengan sinyal kenaikan suku bunga lanjutan The Fed, telah memicu aksi jual besar-besaran pada obligasi pemerintah AS.
“Investor akan mencermati data-data penting yang dapat semakin memengaruhi prospek kebijakan moneter The Fed pada pekan ini,” mengutip analisis Phintraco, yang mencermati data indeks PCE yang akan dirilis pada hari Rabu (30/9/2026), sebagai indikator inflasi yang diamati oleh The Fed.
Secara teknikal, indikator MACD dan Stochastic RSI mengindikasikan masih ada potensi pelemahan IHSG lebih lanjut setelah ditutup di bawah support 6.200. Diprediksi IHSG akan menguji level support berikutnya di 6.000–6.100.
Sedang, saham-saham pilihan Phintraco Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah UNTR, MEDC, CBRE, ERAA, ELSA, dan AADI.
Kemudian CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, melemahnya Bursa Wall Street, berlanjutnya pelemahan nilai tukar rupiah dan aksi jual investor asing serta efek pemberlakuan batas bawah harga saham di Rp1 diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.
Sementara itu, naiknya harga komoditas energi berpeluang menjadi sentimen positif untuk IHSG.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 6.090–6.030 dan resistance 6.205–6.260,” terang CGS International Sekuritas.
Saham–saham pilihan versi CGS meliputi saham PTBA, AADI, MAPI, ENRG, MEDC, dan AMRT.
Adapun Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi melemah, disebabkan oleh tensi yang meningkat mendorong kembali naiknya harga minyak, masih derasnya outflow dana asing, serta melemahnya sebagian besar komoditas di hari ini, serta tekanan untuk nilai tukar rupiah.
“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah,” mengutip riset harian Panin Sekuritas.
Saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah ERAA, MEDC, dan ICBP.
(fad)


























