Logo Bloomberg Technoz

Menurut Destry, secara kumulatif tambahan likuiditas yang berasal dari kedua instrumen tersebut telah mencapai sekitar Rp387 triliun sepanjang 2026.

Selain menjaga aliran modal, BI juga terus mengoptimalkan kebijakan likuiditas makroprudensial untuk memperkuat likuiditas perbankan.

Destry mengatakan pada minggu pertama September 2026, insentif likuiditas yang diberikan BI telah mencapai Rp461,2 triliun.

BI juga menerbitkan kebijakan KLM Pendalaman Pasar Uang untuk mendorong efektivitas penyaluran kredit perbankan. Melalui kebijakan ini, bank dengan porsi penempatan dana pada surat berharga seperti SBN dan SRBI di atas 19% tidak mendapatkan tambahan insentif.

Sebaliknya, bank yang memiliki porsi surat-surat berharga di bawah 19% dan menyalurkan kredit akan mendapatkan tambahan insentif sebesar 2%.

Dengan skema tersebut, total insentif KLM yang dapat diterima bank mencapai 6%, terdiri dari insentif financing sebesar 4% dan tambahan insentif 2% bagi bank yang memenuhi kriteria penyaluran kredit.

(prc/ell)

No more pages