Logo Bloomberg Technoz

"Dan akhirnya ini mendorong penguatan pada dolar terhadap mata uang kuat lainnya di mana DXY mencapai 101,11 dan untuk negara Asia mencapai 96,26," jelas Destry. 

Penguatan dolar AS tersebut, pada akhirnya juga berdampak terhadap arus modal global. 

Destry mengatakan terjadi kembali pergeseran arus modal dari negara-negara berkembang atau emerging market menuju negara maju, terutama Amerika Serikat.

Di tengah kondisi tersebut, BI sebelumnya menyatakan akan memperkuat stabilisasi rupiah dengan mengoptimalkan instrumen intervensi di pasar valuta asing serta memperdalam pasar keuangan domestik. 

Di samping itu, bank sentral juga terus mendorong diversifikasi mata uang melalui transaksi local currency transaction (LCT) dan memperkuat likuiditas mata uang lokal untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.

Sebelumnya, pada pertengahan September Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis points (bps) ke 3,75-4,00% dan merencanakan kenaikan tambahan di akhir tahun ini. Langkah-langkah ini diambil untuk mengendalikan inflasi. 

“Kami mengurangi kebijakan akomodatif agar kondisi keuangan dan kredit lebih konsisten dengan tujuan utama kami,” kata Warsh dalam konferensi pers setelah keputusan tersebut. 

“Tindakan hari ini mulai menunjukkan bahwa kami serius tentang hal ini, dan kami akan mewujudkan tujuan stabilitas harga.”

FOMC dengan suara bulat memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan dana federal ke kisaran 3,75% hingga 4% pada Rabu. Ini adalah kenaikan suku bunga pertama bank sentral AS sejak Juli 2023.

(prc/ell)

No more pages