Andi mengatakan pemerintah akan terus memantau perkembangan kasus, termasuk melihat tren pada minggu-minggu berikutnya. Berdasarkan pola pada tahun-tahun sebelumnya, aktivitas influenza cenderung menurun setelah melewati minggu ke-39 hingga ke-40.
Adapun berdasarkan hasil pemeriksaan spesimen hingga minggu ke-38 2026, Kemenkes telah memeriksa sekitar 8.757 spesimen, dengan 1.527 di antaranya positif influenza atau sekitar 17%. Sementara itu, sepanjang 2025, dari 11.805 spesimen yang diperiksa, sebanyak 2.790 dinyatakan positif influenza atau sekitar 26%.
Andi juga menegaskan bahwa istilah "super flu" bukan merupakan nomenklatur resmi yang digunakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) maupun Kemenkes. Istilah tersebut merujuk pada Influenza A (H3N2) subclade K, yang merupakan salah satu varian influenza yang turut dipantau pemerintah.
"Yang dominan di Indonesia saat ini adalah influenza A H1N1, jadi bukan super flu atau influenza A H3N2," kata Andi.
Berdasarkan hasil surveilans hingga minggu ke-38 2026, Kemenkes mencatat 22 temuan Influenza A (H3N2) subclade K, lebih rendah dibandingkan 166 temuan sepanjang 2025.
Temuan pada 2026 tersebut dilaporkan dari sejumlah provinsi, termasuk DKI Jakarta, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, dan Papua Selatan.
Andi menambahkan, temuan subclade K pada 2026 hanya tercatat hingga minggu ke-16. Setelah periode tersebut, Kemenkes tidak lagi menemukan kasus subclade K hingga minggu ke-38 berdasarkan hasil pemantauan surveilans.
Untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas influenza, Kemenkes juga mempersiapkan fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas dan rumah sakit, serta memastikan ketersediaan obat-obatan dan peralatan medis.
Pemerintah turut menerbitkan surat edaran kewaspadaan influenza kepada dinas kesehatan di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota serta fasilitas pelayanan kesehatan.
Masyarakat juga diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menggunakan masker dengan benar di tempat ramai atau transportasi umum. Masyarakat yang mengalami gejala berat juga diminta segera mengakses layanan kesehatan.
"Untuk super flu istilah awam ini, untuk influenza H3N2 subclade K menunjukkan terjadi penurunan dibanding tahun lalu. Tidak usah panik, tidak usah khawatir, tapi tetap waspada," ujar Andi.
(dec/del)





























