Logo Bloomberg Technoz

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi.

“Emas sedang berada dalam situasi yang sangat sulit dalam jangka pendek. Harga minyak menguji level US$ 110/barel, yield obligasi naik, dan The Fed (Federal Reserve, bank sentral AS) mungkin saja menaikkan suku bunga acuan 100 basis poin tahun depan,” tegas Nicky Shiels, Kepala Riset Logam di MKS PAMP, dalam wawancara dengan Bloomberg TV.

Analisis Teknikal

Jadi bagaimana prediksi harga emas untuk hari ini, Selasa (29/9/2026)? Apakah bisa bangkit atau malah makin terjepit?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas terdampar di zona bearish. Tercermin dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 34. RSI di bawah 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bearish.

Sedangkan indikator Stochastic RSI 14 hari sudah menyentuh nol. Paling kecil, sangat jenuh jual (oversold).

Untuk perdagangan hari ini, harga emas sebenarnya berpeluang naik. Koreksi yang sudah begitu dalam bisa saja melahirkan technical rebound.

Target resisten terdekat adalah US$ 4.248/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5. Jika tertembus, maka MA-10 di US$ 4.292/troy ons bisa menjadi target selanjutnya.

Namun andai harga emas turun lagi, maka US$ 4.146/troy ons bisa menjadi support terdekat. Penembusan di titik itu berisiko memotong harga emas ke rentang US$ 4.129-4.115/troy ons.

Support lanjutan ada di kisaran USR 4.079-3.969/troy ons. Target paling pesimistis adalah US$ 3.711/troy ons.

(aji)

No more pages