Para pedagang akan mencermati berapa banyak minyak yang tetap dikirim Arab Saudi melalui Selat Hormuz ketika pipa East-West kembali beroperasi dengan kapasitas penuh. Seseorang yang mengetahui masalah tersebut mengatakan awal bulan ini bahwa pemulihan penuh dapat memakan waktu sekitar enam pekan. Jalur melalui Teluk Persia masih menghadapi risiko, dengan sejumlah kapal sesekali diserang ketika perang Iran memasuki hampir bulan ketujuh.
Arab Saudi Hentikan Operasi Pipa Timur—Barat Usai Serangan
Arab Saudi menggunakan jalur melalui Selat Hormuz untuk meningkatkan total ekspor minyaknya ke level tertinggi selama perang, yakni lebih dari 5 juta barel per hari pada September. Sebagian besar pasokan tersebut menuju Asia.
Pada saat yang sama, jalur Laut Merah di sepanjang perbatasan barat kerajaan menghadapi ancaman dari kelompok militan Houthi Yaman. Kelompok tersebut meningkatkan serangan bulan ini dengan menargetkan infrastruktur energi di barat daya Arab Saudi dan Yanbu, pelabuhan Laut Merah tempat pipa East-West berakhir. Arab Saudi telah mengeluarkan sejumlah peringatan untuk kota-kota seperti Riyadh, Jazan, dan lokasi suci umat Islam, Mekkah.
Dari total kapasitas pipa sebesar 7 juta barel per hari, sekitar 2 juta barel per hari biasanya dialirkan ke kilang-kilang di sepanjang pantai barat kerajaan, sedangkan sisanya tersedia untuk ekspor. Pengiriman ke luar negeri tersebut menjadi salah satu penopang penting bagi pasar selama perang Iran, membantu menahan lonjakan harga minyak.
Minyak di London diperdagangkan mendekati US$107 per barel pada Senin, terdorong naik karena Iran dan AS tampaknya masih jauh dari kesepakatan yang dapat mengakhiri konflik di Timur Tengah.
(bbn)





























