Logo Bloomberg Technoz

Pada minggu ke-38 2026, dari 265 spesimen yang diperiksa melalui surveilans sentinel, sebanyak 148 spesimen dinyatakan positif influenza. Virus yang paling dominan ditemukan adalah Influenza A (H1N1pdm09).

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, tingkat positivitas atau positivity rate influenza mencapai 56% pada minggu ke-38. Sementara itu, aktivitas influenza pada surveilans puskesmas berada dalam kategori sedang (medium), sedangkan surveilans rumah sakit masih tergolong rendah (low).

Di sisi lain, Kemenkes juga memantau perkembangan Influenza A (H3N2) subclade K yang belakangan ramai diperbincangkan dengan sebutan "superflu". Kemenkes menegaskan istilah tersebut bukan nomenklatur resmi yang digunakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) maupun Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) untuk menyebut subclade K.

Budi mengatakan data surveilans justru menunjukkan jumlah temuan subclade K pada 2026 lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Oleh karena itu, perkembangan influenza perlu dilihat berdasarkan hasil pemeriksaan dan data surveilans, bukan hanya istilah yang beredar di masyarakat.

“Untuk yang disebut sebagai ‘superflu’ atau H3N2 subclade K, data yang kita pantau justru menunjukkan jumlah temuannya pada tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Jadi, kita perlu membedakan antara informasi yang beredar dengan kondisi berdasarkan data surveilans,” kata Budi.

Berdasarkan surveilans sentinel Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI), sepanjang 2025 hingga minggu ke-38 2026 tercatat 188 hasil pemeriksaan subclade K. Dari jumlah tersebut, sebanyak 166 temuan berasal dari 2025, sedangkan 22 temuan lainnya tercatat pada 2026.

Kemenkes menyatakan pemantauan terhadap subclade K akan terus dilakukan melalui surveilans sentinel yang melibatkan puskesmas, rumah sakit, serta laboratorium dan balai kekarantinaan kesehatan untuk memantau perkembangan influenza di Indonesia.

(lav)

No more pages