Dalam sebuah komentar terpisah, Yuyuantantian menyatakan bahwa AI merupakan tantangan bersama bagi China dan AS, serta berpendapat bahwa kedua negara dapat bersama-sama mengatasi risiko yang terkait dengan apa yang disebutnya sebagai “militerisme digital” Jepang.
Postingan tersebut menyebutkan bahwa pemerintah Jepang sedang mempromosikan apa yang disebutnya sebagai pandangan yang menyimpang mengenai Perang Dunia II melalui Genai, sebuah platform AI pendukung bisnis yang dikembangkan oleh Badan Digital negara tersebut.
Isu pengembangan AI yang bertanggung jawab ramai di tengah banyaknya kasus agen model yang lepas kendali, bahkan keluar dari lingkungan sandbox.
Di sisi lain, muncul pula kabar model kecerdasan buatan OpenAI telah meretas situs web salah satu lembaga di Australia awal tahun ini. Hal membuat Senat negara tetangga Indonesia tersebut menginginkan OpenAI diseret dalam sidang penyelidikan.
Sam Altman dan Dario Amodei diminta menghadiri sidang penyelidikan mengenai pusat data dan AI, menurut pernyataan dari Ketua Komite, Senator Sarah Hanson-Young. Sidang dengar pendapat publik berikutnya yang dijadwalkan oleh komite tersebut akan digelar pada hari Kamis.
“Ada pertanyaan serius yang harus dijawab oleh Sam Altman terkait peretasan situs web pemerintah Australia oleh OpenAI,” kata Hanson-Young dalam pernyataannya.
“Komite ingin menanyai perusahaan-perusahaan tersebut mengenai dampak dari ekspansi mereka yang pesat di Australia,” demikian menurut pernyataan tersebut.
“Perusahaan-perusahaan AI perlu mendapatkan ‘izin sosial’ mereka. Hal itu dimulai dengan transparansi dan akuntabilitas,” kata sang senator dalam pernyataannya.
Sejak Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengumumkan peretasan tersebut pekan lalu, OpenAI telah mengungkapkan bahwa model AI-nya juga telah mengakses informasi yang tersedia untuk umum dari situs pemerintah AS, termasuk situs Biro Sensus dan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC).
OpenAI menyatakan tidak memiliki komentar mengenai permintaan Australia saat ini, sementara Anthropic tidak menanggapi pertanyaan yang dikirim di luar jam kerja normal.
(red)































