Perkembangan teknologi juga membuat sedekah dapat dilakukan dari rumah. Setelah salat Subuh, seseorang dapat mentransfer sejumlah dana kepada orang tua, kerabat yang membutuhkan, lembaga sosial, atau lembaga amil zakat.
Cara ini memungkinkan sedekah dilakukan secara praktis tanpa harus datang langsung ke lokasi penerima.
3. Memberikan Makanan kepada Tetangga
Sedekah tidak selalu berupa uang. Memberikan makanan kepada tetangga yang membutuhkan juga dapat menjadi salah satu bentuk berbagi.
Makanan dapat disiapkan dari rumah dan diberikan kepada tetangga setelah Subuh atau pada waktu lain yang memungkinkan.
4. Melakukan Kebaikan Sederhana
Sedekah juga dapat diwujudkan melalui berbagai perbuatan baik. Memberikan salam, tersenyum, membantu orang lain, menyampaikan perkataan yang baik, dan berbagai bentuk kebaikan lainnya dapat menjadi bagian dari amal.
Dengan demikian, seseorang tidak harus menunggu memiliki uang dalam jumlah tertentu untuk mulai membiasakan diri berbagi.
Keutamaan Sedekah Subuh
Sedekah memiliki sejumlah keutamaan yang disebutkan dalam berbagai hadis. Salah satunya berkaitan dengan doa malaikat bagi orang yang menginfakkan hartanya.
Dalam riwayat Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَيَقُولُ الْآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا
Artinya: Dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW bersabda, "Tidak ada suatu hari pun ketika seorang hamba melewati paginya kecuali akan turun (datang) dua malaikat kepadanya lalu salah satunya berkata, 'Ya Allah berikanlah pengganti bagi siapa yang menafkahkan hartanya, sedangkan yang satunya lagi berkata, 'Ya Allah berikanlah kebinasaan kepada orang yang menahan hartanya'," (HR Bukhari)
Dalam penjelasan Ibnu Hajar dalam Fathul Bari, hadis tersebut memberikan dorongan kepada umat untuk berinfak di jalan Allah SWT dengan adanya janji balasan. Sementara Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa infak yang dipuji mencakup infak dalam ketaatan kepada Allah, termasuk untuk keluarga, tamu, dan sedekah sunnah lainnya.
Menghapus Dosa
Sedekah disebut sebagai salah satu amalan yang dapat menjadi sebab terhapusnya dosa. Dalam hadis yang diriwayatkan At Tirmidzi disebutkan bahwa sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.
Amalan tersebut tetap perlu dilakukan dengan keikhlasan dan tidak menjadi alasan untuk mengabaikan kewajiban agama lainnya.
Mendapatkan Pengganti
Dalam riwayat Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa setiap pagi terdapat dua malaikat yang turun. Salah satunya mendoakan orang yang berinfak agar mendapatkan pengganti atas harta yang dikeluarkannya.
عن أبي هُريرة قَالَ: قالَ رَسُول اللَّه ﷺ: مَا مِنْ يَوْمٍ يُصبِحُ العِبادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلانِ، فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا، وَيَقُولُ الآخَرُ: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا
Artinya: "Setiap pagi, dua malaikat turun mendampingi seorang hamba. Yang satu mendoa: Wahai, Tuhan! Berikanlah ganti rugi bagi dermawan yang menyedekahkan hartanya. Malaikat yang satu lagi berkata: 'Ya Allah, musnahkanlah harta orang-orang yang kikir'." (HR Bukhari & Muslim)
Mendapat Doa Malaikat
Keutamaan lainnya adalah adanya doa malaikat bagi orang yang menginfakkan hartanya. Riwayat Abu Hurairah RA menyebutkan:
"Tiada satu Subuh pun yang dialami hamba-hamba Allah SWT kecuali turun kepada mereka dua malaikat. Salah satu di antara keduanya berdoa, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak,' sedangkan yang satu lagi berdoa, 'Ya Allah, berikanlah kerusakan bagi orang yang menahan hartanya'." (HR Bukhari)
Riwayat tersebut menjadi salah satu landasan yang mendorong umat Islam untuk membiasakan diri berinfak dan bersedekah, termasuk pada waktu pagi.
Niat Sedekah Subuh
Sebelum bersedekah, seorang Muslim dapat membaca niat terlebih dahulu. Berikut bacaan niat sedekah yang dapat diamalkan:
نَوَيْتُ التَّقَرُّبَ اِلَى اللهِ تَعَالَى وَاتِّقَاءَ غَضَبِ الرَّبِّ جل جلاله وَاتِّقَاءَ نَارِ جَهَنَّمَ وّالتَّرَحُّمَ عَلَى الاخْوَانِ وَصِلَةَ الرَّحِمِ وَمُعَاوَنَةَ الضُّعَفَاءِ وَمُتَابَعَةَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَاِدْخَالَ السُّرُوْرِ عَلَى اْلاِخْوَانِ وَدَفْعِ البَلاَءِ عَنْهُ وَعَنْ سَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلاِنْفاَقَ مِمَّا رَزَقَهُ الله وَقَهْرَ النَّفْسِ وَالشَّيْطَانِ
Latin:
Nawaitut taqoruba ilallahi ta'ala wattiqoaa ghadlabir rabbi jalla jalaluhu wattiqoa nari jahannama wattarakhkhuma 'ala ikhwani wa shilatur rahimi wa mu'awanatadh dlu'afai wa mutaba'atan nabiyyi shallallahu 'alaihi wa sallama wa idkholas sururi 'alal ikhwani wa daf'il balai 'anhu wa 'an sairil muslimina wal infaqo mimma razaqohullahu wa qohran nafsi wasy syaithoni.
Artinya:
"Aku berniat bersedekah untuk mendekatkan diri kepada Allah, menghindari murka-Nya dan api neraka Jahanam, menunjukkan kasih sayang kepada saudara serta menjalin silaturahmi, membantu mereka yang lemah, mengikuti teladan Nabi SAW, membawa kebahagiaan kepada saudara, menolak turunnya musibah dari mereka dan seluruh kaum muslimin, menafkahkan rezeki yang Allah berikan, serta mengalahkan hawa nafsu dan setan."
Setelah membaca niat dan bersedekah, amalan dapat dilanjutkan dengan doa sebagai berikut:
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Latin: Rabbana taqabbal minna innaka antas sami'ul alim.
Artinya: "Ya Tuhan kami, terimalah amalan kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
Pada akhirnya, sedekah Subuh dapat dilakukan dengan berbagai cara sesuai kemampuan. Mulai dari menyisihkan uang, memberikan makanan, membantu orang lain, hingga melakukan kebaikan sederhana.
Yang terpenting adalah niat untuk beribadah kepada Allah SWT serta memberikan manfaat kepada sesama. Wallahu a'lam.
(seo)























