Logo Bloomberg Technoz

Juru bicara SEC Kurt Hopfenspirger mengatakan, tidak ada informasi nonpublik yang diakses. Ia menolak memberikan komentar lebih lanjut mengenai insiden tersebut. Sementara Departemen Pendidikan AS mengatakan pemeriksaan terhadap sistem operasinya tidak menemukan dampak terhadap situs maupun basis datanya.

“Hasil pemeriksaan terhadap sistem operasi Departemen Pendidikan tidak menemukan bukti adanya dampak terhadap situs web atau basis data kami,” kata departemen tersebut dalam pernyataan mereka.

Organisasi riset AI Transluce juga menemukan agen yang diduga berasal dari OpenAI mencoba meretas situs Departemen Pendidikan untuk kantor hak sipil. Namun, upaya tersebut tidak berhasil.

Seorang pejabat senior teknologi informasi pemerintah federal menyatakan pemerintah masih belum memiliki gambaran lengkap mengenai apa yang terjadi di tiga lembaga tersebut.

“Kami masih belum mengetahui data publik apa yang diakses dan bagaimana data tersebut diakses karena OpenAI belum memberikan rincian teknis secara spesifik kepada kami,” kata pejabat tersebut. Ia berbicara secara anonim karena tidak berwenang memberikan pernyataan kepada publik.

Juru bicara perusahaan mengatakan OpenAI telah memberi tahu organisasi yang terdampak dan akan mengungkap lebih banyak informasi seiring berlanjutnya peninjauan yang diperkirakan berlangsung selama berbulan-bulan.

“Sebagian besar aktivitas yang telah kami tinjau sejauh ini melibatkan tugas penelitian rutin, seperti mengakses konten web publik untuk menjawab pertanyaan,” kata juru bicara OpenAI. “Sebagian melibatkan situs web pemerintah karena model kami sering menggunakannya sebagai sumber informasi publik yang otoritatif.”

OpenAI juga mengungkap bahwa agen AI miliknya kemungkinan mengganggu situs milik puluhan organisasi lain yang telah diberi tahu oleh perusahaan.

Kekhawatiran Bill Gates Terhadap AI

Perkembangan tersebut sejalan dengan kekhawatiran yang berulang kali disampaikan pendiri Microsoft Bill Gates mengenai pengawasan AI.

Dalam wawancara dengan NBC News dalam program Meet the Press, Gates mengatakan perusahaan AI tidak dapat sepenuhnya mengandalkan regulasi mandiri untuk mengendalikan risiko teknologi tersebut.

“Tidak ada yang berpikir bahwa regulasi mandiri sudah cukup,” kata Gates.

Menurut Gates, pemerintah dan aparat penegak hukum perlu terlibat dalam menentukan standar pengamanan serta mekanisme pemantauan AI. Ia juga mendukung adanya aturan yang mewajibkan perusahaan AI menerapkan langkah-langkah tersebut.

Gates mengakui penerapan persyaratan tersebut akan menambah biaya bagi perusahaan AI. Namun, ia menilai kewajiban tersebut tidak akan memperlambat pengembangan teknologi secara drastis.

Gates juga memperingatkan risiko ketika AI digunakan oleh pihak dengan niat buruk. Menurut dia, kemampuan AI saat ini sudah cukup besar untuk menghasilkan kerusakan dalam skala sangat luas.

“AI tentu saja cukup kuat untuk menyebabkan peristiwa yang menewaskan satu miliar orang. Tidak pernah ada senjata sekuat kombinasi orang dengan niat buruk menggunakan alat AI terbaru,” kata Gates.

Meski menyoroti risiko tersebut, Gates tidak menyerukan penghentian pengembangan AI. Ia mendorong pengembangan teknologi tetap berjalan dengan pengamanan dan pemantauan yang memadai, termasuk melalui keterlibatan pemerintah.

(mef/wep)

No more pages