Logo Bloomberg Technoz

Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kata Arif, El Niño diprediksi baru berkurang pada awal 2027.

Kebutuhan Air

Lebih lanjut, Arif menjelaskan kebutuhan air dalam operasional smelter pirometalurgi berbasis RKEF dimanfaatkan untuk sistem pendinginan.

Air dibutuhkan secara konstan untuk mendinginkan dinding tungku atau furnace guna mencegah bahaya keretakan atau ledakan.

Lalu, terak atau slag cair hasil peleburan yang sangat panas disemprot dengan air bertekanan tinggi agar langsung membeku dan pecah menjadi butiran kecil sehingga mudah diolah atau ditempatkan.

“Pada jalur pirometalurgi, air juga digunakan pada sistem scrubber untuk menangkap debu, partikel halus, dan gas dari cerobong asap sebelum dilepas ke lingkungan,” ungkap Arif.

Sementara itu, di smelter hidrometalurgi berbasis HPAL, Arif menjelaskan kebutuhan air jauh lebih besar dibandingkan dengan RKEF sebab air merupakan media utama seluruh reaksi.

Misalnya untuk media pelarut dan reaksi kimia, proses pencucian dan pemisahan logam, dan proses pengenceran.

“Pasokan air adalah bahan penunjang produksi yang sangat vital untuk industri nikel baik jalur pirometalurgi maupun hidrometalurgi,” tegas dia.

Lebih lanjut, Arif juga menyatakan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara yang menjadi sumber energi smelter juga membutuhkan pasokan air yang besar untuk dijadikan uap pendorong turbin, air juga dimanfaatkan untuk mendinginkan kondensor pembangkit.

“Beberapa kawasan industri nikel memanfaatkan atau sedang bertransisi ke PLTA untuk memenuhi kebutuhan energi bersih. Musim kemarau panjang atau penurunan debit air sungai atau danau akan menurunkan kapasitas produksi listrik PLTA secara drastis,” ujar Arif.

PT IMIP mengonfirmasi sejumlah smelter nikel di kawasan industrinya mengalami penurunan produksi, termasuk fasilitas RKEF yang memproduksi besi kasar nikel atau nickel pig iron (NPI).

Kendati begitu, IMIP mengklaim masih menghitung penurunan produksi dari setiap perusahaan di kawasan dan belum dapat mengonfirmasi produksi NPI dari kawasan IMIP turun sekitar 100.000 ton.

Sebagai perbandingan, kapasitas produksi terpasang smelter nikel di IMIP mencapai sekitar 4,2 juta ton per tahun atau sekitar 350.000 ton per bulan, berdasarkan estimasi Wood Mackenzie.

Head of Media Relations PT IMIP Dedy Kurniawan menyatakan penurunan produksi terjadi gegara fenomena El Niño menyebabkan penurunan debit air sungai di sekitar sentra nikel IMIP.

Dia tidak menampik PT IMIP selaku pengelola kawasan bersama sejumlah tenant memang tengah melakukan penyesuaian target produksi dan mengupayakan sejumlah alternatif sumber pasokan air cadangan guna meminimalkan dampak.

“Kondisi inilah yang memengaruhi beberapa smelter di Kawasan IMIP mengalami penurunan termasuk pada produksi NPI. Namun, mengenai jumlah penurunannya, kami belum mendapatkan angka pasti dari para tenant yang beroperasi di kawasan PT IMIP,” kata Deddy ketika dimintai konfirmasi Bloomberg Technoz, Selasa (22/9/2026).

Dalam kesempatan sebelumnya, Dedy mengamini smelter di kawasan PT IMIP tengah terdampak fenomena El Niño pada tahun ini, sehingga berpotensi menurunkan produksi dari smelter di sentra industri tersebut sekitar 30%—40%.

“Mengenai faktor El Niño, kondisi cuaca yang lebih kering dan panjang diketahui menyebabkan penurunan potensi curah hujan di Indonesia, termasuk di lingkup Kecamatan Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah sebagai lokasi operasional industri IMIP. Hal ini karena El Niño memengaruhi debit air sungai,” kata Dedy ketika dihubungi Bloomberg Technoz, Rabu (2/9/2026).

Dalam perkembangannya, smelter HPAL milik Nickel Industries Limited di IMIP mengalami kendala proses peningkatan produksi atau ramp up sebab pasokan air tak mencukupi terimbas fenomena El Niño.

Menurut keterangan resminya, Nickel Industries mengungkapkan proyek excelsior nickel cobalt (ENC) tersebut telah mencapai tingkat produksi sekitar 50% dari kapasitas terpasang dalam waktu empat pekan sejak dimulai komisioning.

Dengan kondisi kekeringan yang terjadi, proyek ENC diperkirakan baru bisa beroperasi sekitar 30% dari kapasitas terpasang hingga ketersediaan air kembali normal.

“Kondisi kering di Sulawesi Tengah merupakan kendala yang tidak biasa dan bersifat sementara terhadap pasokan air, dan kami memperkirakan ketersediaan air akan kembali normal seiring dimulainya musim hujan,” kata Managing Director Justin Werner dalam pengumuman resminya, Selasa (15/9/2026).

Di sisi lain, nikel PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS) milik Kalla Group di Bua, Luwu, Sulawesi Selatan dikabarkan mengalami kendala operasional, gegara turunnya pasokan listrik imbas PLTA kekurangan air.

Berdasarkan laporan berbagai media lokal, kondisi tersebut membuat PT BMS berencana merumahkan sekitar 570 pekerja.

Kendati begitu, para pekerja yang dirumahkan disebut bakal tetap menjadi karyawan aktif dan mendapatkan hak serta kewajibannya.

Turunnya pasokan listrik gegara PLTA kekurangan air dikabarkan menyebabkan smelter RKEF 1 PT BMS mengalami penurunan produksi.

Kalla Group selaku induk usaha PT BMS belum membalas permintaan konfirmasi dan tanggapan yang dikirimkan Bloomberg Technoz.

(azr/wdh)

No more pages