Logo Bloomberg Technoz

BRI Raih Pengakuan ESG Lewat Pemberdayaan UMKM


Dok. BRI
Dok. BRI

Bloomberg Technoz, Jakarta - BRI kembali mendapat pengakuan atas implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk meraih penghargaan kategori Sosial sektor Perbankan dalam Katadata ESG Insight (KESGI) Award 2026.

Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian Katadata Sustainability Action for the Future Economy (SAFE) 2026 yang berlangsung di Jakarta, Kamis (17/9). Pengakuan ini diberikan berdasarkan KESGI Scoring 2026 yang mengukur kinerja ESG perusahaan dari berbagai sektor industri.

KESGI Scoring 2026 mencakup 13 sektor industri dengan penilaian yang meliputi pilar lingkungan, sosial, dan tata kelola. Metodologi tersebut diterjemahkan ke dalam 15 topik dengan lebih dari 150 indikator yang disesuaikan dengan konteks masing-masing sektor.

Penyusunan hingga proses validasi metodologi KESGI juga melibatkan panel ahli ESG senior. Dengan pendekatan tersebut, penilaian tidak hanya melihat komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan, tetapi juga implementasinya dalam kegiatan bisnis.

Direktur Legal & Compliance BRI Mahdi Yusuf mengatakan penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi perseroan untuk terus memperkuat aspek sosial dalam operasional bisnis. Salah satu fokusnya adalah memperluas akses keuangan yang diikuti dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Bagi BRI, aspek sosial dalam penerapan ESG tidak berhenti pada bagaimana memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan. Tantangan berikutnya adalah memastikan akses tersebut mampu menciptakan nilai tambah, meningkatkan kapasitas usaha, dan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk tumbuh dan naik kelas. Karena itu, BRI terus mendorong agar inklusi keuangan dapat berkembang menjadi pemberdayaan yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan,” ujar Mahdi.

Menurut BRI, pendekatan tersebut sejalan dengan karakter bisnis perseroan yang memiliki fokus kuat pada segmen mikro, kecil, dan menengah. Akses terhadap layanan perbankan kemudian diarahkan untuk berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas serta produktivitas pelaku usaha.

Kinerja penyaluran kredit menjadi salah satu gambaran skala intermediasi BRI di sektor tersebut. Hingga akhir triwulan II 2026, penyaluran kredit BRI mencapai Rp1.645,5 triliun, tumbuh 16,2% secara tahunan.

Dari total tersebut, kredit segmen UMKM masih menjadi bagian terbesar dalam portofolio perseroan. Penyaluran kredit UMKM tercatat Rp1.235,4 triliun atau tumbuh 8,6% secara tahunan.

BRI Perluas Dampak Sosial Lewat Ekosistem UMi

Dok. BRI

Upaya memperluas dampak sosial juga dilakukan BRI melalui Holding Ultra Mikro (UMi) bersama Pegadaian dan PNM. Ekosistem tersebut menjadi salah satu instrumen perseroan untuk menjangkau masyarakat pada segmen ultra mikro.

Hingga triwulan II 2026, Holding UMi telah melayani sekitar 33,8 juta debitur aktif. Integrasi ekosistem tersebut tidak hanya diarahkan untuk membuka akses pembiayaan, tetapi juga membangun jalur pemberdayaan bagi masyarakat ultra mikro.

Melalui pendekatan tersebut, masyarakat dapat memperoleh akses terhadap layanan keuangan yang lebih luas seiring dengan perkembangan kapasitas usaha. Skema ini menjadi bagian dari upaya BRI menghubungkan inklusi keuangan dengan pemberdayaan ekonomi.

Di sisi UMKM, BRI juga menjalankan sejumlah program yang menggabungkan akses pembiayaan dengan pengembangan kapasitas usaha. Program tersebut mencakup Desa BRILiaN, Klasterku Hidupku, Rumah BUMN, hingga platform LinkUMKM.

Program-program tersebut memiliki pendekatan yang berbeda sesuai karakteristik penerima manfaat. Namun, keseluruhannya diarahkan untuk mendukung pelaku usaha agar memiliki akses terhadap pengetahuan, pengembangan kapasitas, serta peluang untuk memperluas usaha.

BRI menilai penerapan ESG tidak dapat ditempatkan sebagai agenda yang berdiri sendiri di luar kegiatan bisnis. Prinsip keberlanjutan diposisikan sebagai bagian dari pengelolaan pertumbuhan, risiko, serta dampak perusahaan terhadap para pemangku kepentingan.

Dengan basis bisnis yang bersentuhan langsung dengan pelaku UMKM dan masyarakat luas, aspek sosial menjadi salah satu bagian penting dalam strategi keberlanjutan BRI. Perluasan akses keuangan kemudian menjadi salah satu pintu masuk menuju pemberdayaan ekonomi.

Penghargaan KESGI Award 2026 menjadi pengakuan eksternal terhadap upaya tersebut. Bagi BRI, capaian itu sekaligus menjadi dorongan untuk menjaga kesinambungan program sosial dan memperluas dampaknya.

Co-founder dan Chief Content Officer Katadata Heri Susanto mengatakan penghargaan KESGI menjadi bentuk apresiasi terhadap perusahaan yang menjalankan berbagai upaya di bidang keberlanjutan. Namun, penghargaan tersebut juga dipandang sebagai bagian dari proses yang masih berlanjut.

“Dengan mengetahui posisi masing-masing, kita bisa terus mendorong sustainability yang lebih baik," ujar Heri.

Bagi BRI, penguatan ESG selanjutnya akan bergantung pada bagaimana prinsip keberlanjutan diterjemahkan ke dalam kegiatan bisnis dan program pemberdayaan. Pendekatan tersebut menempatkan akses keuangan tidak hanya sebagai layanan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Pada saat yang sama, besarnya portofolio UMKM dan cakupan Holding UMi membuat agenda sosial BRI memiliki ruang dampak yang luas. Tantangannya adalah memastikan pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas dan produktivitas masyarakat yang dilayani.

Dengan demikian, penghargaan di KESGI Award 2026 tidak hanya mencerminkan penilaian terhadap aspek sosial BRI. Pengakuan tersebut juga menunjukkan bagaimana agenda ESG semakin terhubung dengan model bisnis dan strategi pemberdayaan yang dijalankan perseroan.