Logo Bloomberg Technoz

Airlangga juga membeberkan bahwa Pemimpin Uni Eropa Ursula von der Leyen berencana mengunjungi Indonesia pada akhir Oktober atau awal November tahun ini.

"Memang dalam IEU-CEPA itu sendiri ada rencana daripada Komisaris Maroš [Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Uni Eropa Maroš Šefčovič] untuk datang ke Indonesia, dan juga ada rencana dari Presiden EU [Ursula von der Leyen] untuk datang ke Indonesia di akhir Oktober ataupun awal November," ungkapnya.

Sebelumnya, Airlangga menargetkan IEU-CEPA dapat rampung ditandatangani pada Oktober 2026. 

Airlangga mengatakan dokumen IEU-CEPA dalam bahasa Inggris saat ini tengah diselesaikan. Setelah ditandatangani, perjanjian tersebut akan dibawa ke parlemen Uni Eropa untuk menjalani proses ratifikasi atau disahkan. 

"Dari perkembangan IEU-CEPA, dokumentasi dalam versi bahasa Inggris sudah segera diselesaikan dan ditargetkan di bulan Oktober, mudah-mudahan ini bisa ditandatangani. Dan sesudah ditandatangani akan dibawa ke Parlemen EU (Uni Eropa) untuk mendapatkan ratifikasi," kata Airlangga dalam konferensi pers di kantornya, Jumat (21/8/2026). 

Setelah proses ratifikasi, kerangka kerja sama perdagangan tersebut akan dibawa ke parlemen masing-masing untuk dibahas. Airlangga menyebut nantinya bakal diterbitkan Peraturan Presiden (Perpres) agar IEU-CEPA menjadi prioritas dalam pembahasan di tingkat DPR RI.

"Di Indonesia sendiri, Pak Menteri Perdagangan [Budi Santoso] sudah berkonsultasi dengan DPR, dan kemungkinan Indonesia akan menggunakan mekanisme Perpres karena sudah didiskusikan dengan DPR, sehingga implementasinya akan lebih cepat," ujarnya.

Setelah aturan turunan berupa Peraturan Pemerintah (PP) terbit, IEU-CEPA diharapkan bisa mulai berlaku penuh pada awal 2027.

Lebih lanjut, Airlangga menilai implementasi perjanjian dagang itu akan menjadi game changer bagi Indonesia karena membuka akses pasar yang lebih luas bagi kedua pihak.

"Ini adalah game changer bagi Indonesia dan beberapa manfaat dari akses pasar di mana Indonesia nanti 90% pos tarifnya langsung menjadi 0%, dan ini akan berkurang secara bertahap," jelasnya.

Selain itu, penerapan IEU-CEPA juga diharapkan dapat membuka potensi investasi baru dari Uni Eropa ke Indonesia.

"Dari Indonesia tentu berharap dengan ratifikasinya perjanjian ini maka akan membuka atau unlock potensi investasi yang akan masuk ke Indonesia, karena sekarang Eropa juga menjadi salah satu partner investasi Indonesia di berbagai sektor," tambah Airlangga.

(ros)

No more pages