Logo Bloomberg Technoz

Sebagian besar impor berasal dari China, Asia Tengah, dan beberapa negara yang tergolong dalam Global South, meski beberapa pengiriman berasal dari atau melalui negara-negara Barat.

Uni Eropa sejauh ini menahan diri, tidak menargetkan ekspor-ekspor tersebut. Blok ini menyetujui paket sanksi ke-21 pada Juli terkait invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada 2022, meski pembatasan—yang memerlukan persetujuan dari semua 27 negara anggota Uni Eropa—semakin sulit diadopsi karena masing-masing negara berusaha melemahkan aturan atau membebaskan industri dalam negeri mereka dari langkah-langkah tertentu.

Ekspor alumina dari Uni Eropa sempat menjadi sorotan setelah muncul laporan awal tahun ini bahwa pengiriman dari pabrik Aughinish di County Limerick, Irlandia, ditujukan ke Rusia dan mungkin digunakan oleh perusahaan-perusahaan produsen senjata dan peralatan militer.

Penyelidikan pemerintah Irlandia bulan lalu menyimpulkan bahwa tidak ada bukti pasti yang menunjukkan bahwa alumina tersebut digunakan untuk memproduksi senjata.

Studi ESCU ini mencakup periode 12 bulan hingga Maret 2025. Studi ini mengidentifikasi ratusan perusahaan yang terlibat dalam rantai pasok mineral utama—banyak di antaranya kemudian memasok perusahaan militer—dan menyatakan bahwa kurang dari 5% di antaranya telah dikenai sanksi.

Laporan tersebut menilai upaya Uni Eropa dalam hal ini masih tertinggal, di mana langkah-langkah terhadap bijih dan senyawa penting memiliki cakupan terbatas dan baru dimasukkan dalam paket-paket sanksi yang lebih baru. 

"Untuk sejumlah material kritis, Moskwa tidak memiliki rantai produksi yang utuh—mulai dari tahap penambangan hingga pengolahan logam—serta masih sangat bergantung pada kapasitas pengolahan luar negeri dan produk industri impor," ujar para analis.

"Cakupan sanksi sejauh ini masih terlambat, tidak menyeluruh, atau justru menyasar tahap yang keliru dalam rantai pasok."

Laporan tersebut mendesak Uni Eropa untuk memprioritaskan mineral strategis, sama seperti komponen kritis lainnya seperti semikonduktor dan perangkat elektronik yang digunakan dalam membuat senjata.

Blok tersebut juga harus menargetkan seluruh rantai pasokan, termasuk pihak perantara seperti pedagang, perusahaan pelayaran, dan pusat logistik.

Sebagai bukti sanksi akan efektif, ESCU mencatat bahwa ketika Uni Eropa memberlakukan pembatasan, seperti yang dilakukannya terhadap ekspor kromium pada Februari lalu, sejumlah pabrik kemudian membatasi ekspor mereka ke Rusia.

(bbn)

No more pages