Kedua fasilitas tersebut disiapkan untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kemenkes mengimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi narasi yang dinilai memelintir fakta. Pemerintah juga menekankan pentingnya upaya bersama melindungi kesehatan warga yang terdampak karhutla.
"Agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang memelintir fakta."
Sebelumnya, Budi meminta masyarakat di wilayah terdampak karhutla membatasi aktivitas di luar rumah untuk mengurangi paparan kabut asap. Jika harus keluar rumah, masyarakat disarankan menggunakan masker, terutama jenis N95 jika tersedia, serta kacamata untuk melindungi mata.
“Kalau bisa, stay di rumah. Kalau sudah kondisinya seperti itu, kita tahu alamnya sudah seperti ini, kita sebagai manusia harus segera beradaptasi dan usahakan stay di rumah. Jangan keluar kecuali benar-benar perlu,” kata Budi di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat.
Budi juga menyarankan masyarakat mengenakan pakaian tertutup untuk mengurangi paparan debu dan asap pada kulit. Setelah kembali ke rumah, masyarakat diminta membersihkan tubuh menggunakan air tanpa menggosok kulit secara langsung.




























