Untuk diketahui, pengumuman MSCI pada Jumat (16/10/2026) menjadi perhatian pasar karena berpotensi memengaruhi persepsi investor global terhadap pasar Indonesia. Perubahan klasifikasi tersebut dapat berdampak terhadap akses saham Indonesia dalam portofolio investor institusi internasional yang menggunakan indeks MSCI sebagai acuan investasi.
MSCI menyoroti sejumlah persoalan di pasar saham Indonesia, termasuk transparansi struktur kepemilikan saham, keterbatasan data yang dinilai diperlukan untuk menilai tingkat kepemilikan publik secara akurat, serta kekhawatiran mengenai praktik perdagangan yang terkoordinasi.
Persoalan tersebut berkaitan dengan kemampuan investor untuk mengidentifikasi kepemilikan saham secara memadai, mengukur porsi saham yang benar-benar tersedia untuk diperdagangkan di pasar (free float), serta memastikan bahwa pembentukan harga berlangsung secara wajar.
MSCI menyatakan konsultasi mengenai reklasifikasi pasar Indonesia akan berlangsung sebelum keputusan final diumumkan paling lambat pada 30 Juni 2027. Selama proses tersebut, penyedia indeks global itu juga mempertahankan pembatasan terhadap sejumlah perubahan indeks terkait saham Indonesia.
Langkah MSCI tersebut menambah tekanan terhadap pasar modal domestik yang sebelumnya telah menghadapi aksi jual investor asing dan meningkatnya kekhawatiran mengenai prospek investasi di Indonesia.
Di tengah situasi tersebut, otoritas pasar modal Indonesia menghadapi tantangan untuk meyakinkan investor bahwa reformasi tata kelola pasar saham dapat dilakukan secara konkret dan terukur.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan Indonesia tidak akan gentar menghadapi berbagai tantangan, termasuk tekanan dari MSCI di tengah gejolak pasar modal domestik yang dipicu ancaman perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia.
Dalam pembukaan Sidang Kabinet Paripurna, Prabowo mengatakan pemerintah telah bekerja dengan baik, meski menyadari masih banyak tantangan dan kesulitan yang harus dihadapi. Prabowo menegaskan pemerintah tidak akan menyerah menghadapi berbagai tekanan.
"Macam-macam MSCI, macam-macam demo takut-takuti kita. Saya katakan ke MSCI, bangsa Indonesia tidak takut dan tidak akan gentar. Kita tidak takut, kita punya keberanian dan kita rela berkorban dan kita tidak menyerah," kata Prabowo dalam pembukaan sidang kabinet, Rabu (21/10/2026).
(red/ros)






























