“Prioritas kami saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh penumpang dan awak pesawat serta melakukan penanganan awal sesuai prosedur. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan guna mengetahui lebih lanjut kejadian ini,” ujar Lukman melalui siaran pers, Sabtu (24/10/2026).
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melalui Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) berkoordinasi dengan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah X Merauke untuk penanganan kejadian dan pendampingan di lokasi.
Lukman menambahkan, loordinasi dengan manajemen PT Asian One Air juga terus dilakukan untuk memperoleh data teknis terkait pesawat. Adapun, pesawat dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian roda utama.
Lebih lanjut, Lukman menyatakan berdasarkan koordinasi pengelola Bandar Udara Bilorai dan Airnav Indonesia, beberapa penerbangan menuju Sugapa akan dialihkan kembali ke Timika.
“Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan terus memantau perkembangan penanganan kejadian dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah data dan fakta tambahan diperoleh serta diverifikasi,” tegas Lukman.
(azr/wdh)































