Pada Jumat, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan bahwa penurunan kecepatan layanan internet satelit SpaceX, yang ia tuding disebabkan oleh AS, belum sepenuhnya teratasi. Militer Ukraina bergantung pada layanan Starlink milik Elon Musk. Penurunan kecepatan layanan tersebut membuat militer lebih sulit mencegat proyektil Rusia, sehingga memperlebar keretakan hubungan antara Kyiv dan pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
Dalam sebuah acara yang diselenggarakan lembaga pemikir Hudson Institute yang berbasis di Washington, Zelenskyy mengatakan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio telah meyakinkannya bahwa kecepatan layanan akan dipulihkan tanpa pembatasan dalam waktu 48 hingga 72 jam. Namun, hal itu belum terwujud.
“Kami berharap SpaceX dan pemerintah Amerika akan melakukannya,” kata Zelenskyy kepada hadirin. “Karena kami mengandalkan keputusan seperti itu.”
Trump mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih pada Jumat bahwa ia mendengar masalah tersebut telah “diperbaiki”. Namun, ia menambahkan bahwa “jika belum”, dirinya akan berbicara dengan Musk.
Kota Oleshky menjadi pusat krisis kemanusiaan, dengan persediaan makanan dan obat-obatan yang menipis serta warga yang kesulitan mendapatkan air bersih dari jaringan pipa dan pasokan listrik, menurut sejumlah laporan. Kota tersebut direbut pasukan Rusia pada awal invasi mereka ke Ukraina pada 2022, dan situasi di sana terus memburuk.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyambut baik upaya tersebut. Ia mengatakan Melania Trump “memberikan kontribusi signifikan dalam mengoordinasikan operasi kemanusiaan itu”, menurut kantor berita Tass. Peskov juga mengatakan proses evakuasi dapat berlangsung selama beberapa hari, sebagaimana dikutip media milik pemerintah Rusia tersebut.
Pernyataan Gedung Putih menyebut sebuah “organisasi media Amerika yang tidak memihak” akan mendampingi pejabat Rusia dan Ukraina selama proses tersebut. Namun, pernyataan itu tidak memberikan perincian lebih lanjut.
Ukraina sebelumnya telah mengupayakan gencatan senjata untuk membantu evakuasi warga sipil dari kota tersebut, tetapi Rusia menolak upaya itu.
Awal bulan ini, Paus Leo XIV berbicara melalui telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam percakapan tersebut, Paus menyampaikan “keprihatinan mendalam atas situasi kemanusiaan yang parah di kota Oleshky”.
Paus juga berbicara secara terpisah dengan Zelenskyy pada Senin untuk menyampaikan harapannya agar Ukraina dan Rusia dapat bekerja sama guna memungkinkan pengiriman makanan dan obat-obatan serta evakuasi warga sipil secara aman dan sukarela.
(bbn)




























