Logo Bloomberg Technoz

Bahlil juga berjanji Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Migas serta SKK Migas akan memangkas hambatan birokrasi, terutama dalam proses perizinan dan penyelesaian persetujuan rencana pengembangan atau plan of development (PoD) lapangan.

Bahlil menggarisbawahi potensi cadangan migas yang besar tidak akan memberikan dampak ekonomi signifikan apabila tidak segera ditranslasikan menjadi produksi nyata secara tepat waktu.

Menurutnya, kepastian jadwal produksi menjadi fokus utama pemerintah sebagaimana arahan Presiden.

Selain itu, skema pengusahaan migas laut dalam ini juga dipastikan akan mengikutsertakan pemerintah daerah setempat melalui mekanisme bagi hasil (profit sharing) maupun keterlibatan daerah, guna memicu dampak ganda bagi perekonomian lokal.

"Seluruh persoalan-persoalan kalian akan saya selesaikan, dengan tetap memperhatikan bisnis yang saling menguntungkan. Aturan tetap kita pakai, win-win solution harus kita pakai. Kalian untung, perusahaan lokal untung, negara untung—harus sama-sama untung," tegas Bahlil.

Sebagai informasi, berdasarkan data resmi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) per 31 Agustus 2026, total realisasi investasi sektor hulu migas telah mencapai US$10,4 miliar (sekitar Rp179,2 triliun).

Sebagian besar porsi investasi ini dialokasikan untuk kegiatan pengeboran dan eksplorasi di kawasan laut dalam, terutama pada wilayah kerja strategis di perairan Lepas Pantai Kalimantan Timur, Laut Bali, hingga Blok Masela di Kepulauan Tanimbar.  

Peningkatan fokus investasi pada area offshore ini didorong oleh serangkaian penemuan cadangan gas raksasa (giant discovery) serta perbaikan tata kelola, fleksibilitas kontrak, dan insentif bagi investor yang ditawarkan oleh Kementerian ESDM. 

Untuk keseluruhan tahun berjalan, SKK Migas menetapkan target investasi hulu migas 2026 sebesar US$17,9 miliar. Target ini melonjak dibandingkan dengan realisasi 2025 yang tercatat senilai US$14,9 miliar. 

Di sisi operasional hulu, SKK Migas bersama kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) juga membidik target lifting minyak bumi sebesar 610.000 barel per hari (bph) pada 2026 melalui percepatan proyek-proyek strategis lepas pantai serta pengoptimalan sumur eksisting.

(smr/wdh)

No more pages