Logo Bloomberg Technoz

Perkembangan usaha Nilam juga berkaitan dengan perubahan sistem pembayaran upah pekerja perkebunan di wilayah operasionalnya. Sebelumnya, pekerja menerima upah secara tunai melalui mandor. Seiring meningkatnya pemanfaatan layanan perbankan, kebutuhan untuk menarik uang tunai ikut bertambah.

Kondisi itu menjadi peluang bagi Nilam untuk mengembangkan layanan BRILink Agen. Dengan menyediakan akses transaksi yang dekat dengan lingkungan tempat masyarakat bekerja dan tinggal, ia membantu memenuhi kebutuhan keuangan yang muncul dalam aktivitas sehari-hari.

Untuk memberikan keleluasaan kepada pelanggan, Nilam membuka gerainya mulai pukul 07.00 hingga 23.00. Jam operasional tersebut memungkinkan masyarakat mengakses layanan di luar jam kerja kantor bank.

Gerainya juga menjadi alternatif bagi warga ketika kantor bank belum beroperasi, antrean transaksi terlalu panjang, atau mesin anjungan tunai mandiri (ATM) kehabisan uang tunai. Fleksibilitas waktu menjadi salah satu cara Nilam menyesuaikan layanan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

BRILink Agen Tumbuh Bersama Kebutuhan Masyarakat

Pengembangan usaha Nilam tidak terlepas dari pendampingan yang diberikan BRI. Sri Wahyuni, Petugas Penunjang Bisnis Keagenan (PPBK) Branch Office BRI Medan Gatot Subroto, turut mendukung perjalanan usaha tersebut melalui komunikasi dan pendampingan kepada para agen.

Pendampingan ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan layanan sekaligus membantu agen mengembangkan kegiatan usahanya. Interaksi antara petugas BRI dan agen juga berperan dalam memahami kebutuhan operasional serta perkembangan transaksi di lapangan.

Bagi Nilam, pengelolaan 15 gerai BRILink Agen memperlihatkan bagaimana layanan keuangan dapat berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat. Usaha yang awalnya menjadi layanan tambahan bagi pelanggan toko besi dan pangkalan gas kini menjangkau kebutuhan transaksi yang lebih beragam.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa perjalanan Nilam mencerminkan peran BRILink Agen dalam memperluas akses keuangan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

“Konsistensi Nilam selama lebih dari satu dekade menunjukkan bahwa BRILink Agen dapat berkembang dengan memahami kebutuhan masyarakat. BRI terus memperkuat peran para agen agar layanan keuangan semakin mudah dijangkau, sekaligus membuka peluang usaha dan mendukung aktivitas ekonomi di berbagai wilayah,” pungkas Dhanny.

Menurut BRI, keberadaan agen menjadi salah satu saluran untuk mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat. Model layanan melalui agen memungkinkan kebutuhan transaksi dasar dilayani di lingkungan yang lebih dekat dengan aktivitas ekonomi warga.

Peran tersebut relevan bagi kawasan perkebunan dan industri yang memiliki kebutuhan transaksi rutin, termasuk pembayaran dan penarikan upah. Dengan layanan yang tersedia hingga malam hari, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan waktu untuk mengakses transaksi keuangan.

Bagi pelaku usaha seperti Nilam, layanan keagenan juga membuka peluang untuk mengembangkan kegiatan ekonomi. Perluasan jaringan gerai memungkinkan layanan menjangkau lebih banyak pelanggan, sementara ragam transaksi membantu memenuhi kebutuhan yang berbeda di masyarakat.

Jaringan BRILink Agen Jangkau 60 Ribu Desa

Hingga akhir September 2026, BRI telah memiliki lebih dari 1 juta BRILink Agen yang tersebar di lebih dari 60 ribu desa atau sekitar 80% desa di Indonesia. Jaringan tersebut menjadi salah satu kanal distribusi layanan keuangan BRI di berbagai wilayah.

Sepanjang periode tersebut, BRILink Agen mencatat sekitar 750 juta transaksi dengan volume transaksi atau sales volume mencapai Rp1.270 triliun. Angka ini menunjukkan besarnya aktivitas transaksi yang berlangsung melalui jaringan agen BRI.

Selain memperluas akses layanan bagi masyarakat, kegiatan BRILink Agen turut memberikan kontribusi terhadap pendapatan dan pendanaan perseroan. Aktivitas jaringan tersebut menghasilkan fee-based income sebesar Rp1,3 triliun serta mendukung penghimpunan dana murah atau Current Account Savings Account (CASA) sebesar Rp32 triliun.

Capaian tersebut memperlihatkan bahwa jaringan agen memiliki fungsi yang mencakup perluasan akses keuangan dan dukungan terhadap aktivitas bisnis perbankan. Bagi masyarakat, agen menjadi alternatif untuk melakukan transaksi dasar. Bagi BRI, jaringan ini membantu memperluas jangkauan layanan sekaligus menciptakan sumber pendapatan berbasis transaksi.

Kisah Nilam menggambarkan bagaimana layanan keuangan berbasis keagenan dapat tumbuh melalui pemahaman terhadap kebutuhan lokal. Berawal dari layanan sederhana bagi pelanggan toko besi dan pangkalan elpiji, usahanya berkembang menjadi jaringan 15 gerai yang melayani masyarakat di kawasan perkebunan dan industri.

Ke depan, keberadaan BRILink Agen menjadi bagian penting dalam mendekatkan layanan keuangan kepada masyarakat yang membutuhkan akses transaksi praktis. Dengan jaringan yang tersebar luas dan layanan yang menyesuaikan kebutuhan setempat, BRI terus mendorong akses keuangan sekaligus membuka peluang pengembangan usaha bagi para agen di berbagai daerah.

(tim)

No more pages