Logo Bloomberg Technoz

“Tembakan peringatan dan siaran peringatan dari militer Korsel di wilayah dekat Garis Demarkasi Militer merupakan langkah pertahanan yang sah. Tindakan tersebut bertujuan mencegah tentara Korut melintasi Garis Demarkasi Militer (MDL) dan memaksa setiap tentara yang melintasinya untuk mundur,” kata Kementerian Pertahanan Korsel dalam sebuah pernyataan.

Saling melontarkan peringatan tersebut terjadi ketika Korsel menghadapi salah satu periode paling sulit dalam hubungannya dengan sekutu terpentingnya, Amerika Serikat (AS), terkait berbagai isu, mulai dari perdagangan hingga keamanan.

Presiden Korsel Lee Jae Myung pada Senin mengatakan bahwa negaranya mampu dan seharusnya segera mengambil kembali kendali operasional militer pada masa perang dari AS. Pernyataan ini secara efektif menanggapi komentar sebelumnya dari Komandan Pasukan AS di Korea, Jenderal Xavier Brunson, yang mengatakan bahwa kondisi untuk peralihan kendali tersebut telah berubah. Korsel menyatakan menargetkan penyelesaian pengalihan kendali operasional masa perang (OPCON) sebelum masa jabatan Lee berakhir.

(bbn)

No more pages