“Minggu malam yang seharusnya menyorot travo yang memercikan api, tetapi kok bergeser. Apakah itu yang menggeser hewan liar atau bukan? Ataupun ada sabotase ataupun seperti apa,” kata Kwin dalam konferensi pers, sebagaimana ditayangkan GoKepri, Minggu (18/10/2026).
Di lain sisi, PT PLN Batam mengumumkan pasokan listrik di Batam telah pulih setelah sempat padam sekitar 16 jam. Gangguan tersebut diduga dipicu oleh masuknya hewan liar ke Gardu Induk Sungai Harapan.
"Proses pemulihan menunjukkan perkembangan signifikan sejak Senin malam. Seluruh gardu induk dan jaringan transmisi terdampak telah berhasil dinormalkan, diikuti dengan pemulihan jaringan distribusi hingga pasokan listrik kepada seluruh pelanggan terdampak di Kota Batam kembali menyala," kata Sekretaris Perusahaan PLN Batam Rudi Antono, melalui keterangan tertulis pada Selasa (13/10/2026).
Sebagai bentuk tanggung jawab, PT PLN Batam berjanji akan memberikan kompensasi kepada pelanggan jika durasi pemadaman terbukti melampaui kesepakatan tingkat layanan atau service level agreement (SLA).
"Kompensasi akan diberikan secara otomatis melalui tagihan listrik berikutnya, tanpa perlu pengajuan klaim dari pelanggan," tutur Rudi.
Berdasarkan ketentuan Peraturan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 22 Tahun 2017, kompensasi bagi pelanggan reguler ditetapkan sebesar 10% dari biaya beban bulanan.
Sementara itu, pelanggan layanan keandalan akan menerima kompensasi sebesar 15% hingga 25% dari Rupiah Pemakaian Tenaga Listrik (RPTL).
(azr/wdh)































