Logo Bloomberg Technoz

Bagi warga dengan penghasilan terbatas, kemudahan tersebut membantu mengurangi pengeluaran yang tidak berkaitan langsung dengan kebutuhan sehari-hari. BRILink Agen pun menjadi alternatif untuk melakukan transaksi keuangan secara lebih praktis di lingkungan tempat tinggal.

Pendampingan Lansia dan Edukasi Keamanan Transaksi

Kedekatan Baim dengan masyarakat membuatnya memahami bahwa kebutuhan layanan keuangan tidak hanya berkaitan dengan akses, tetapi juga pendampingan. Sebagian warga lanjut usia masih membutuhkan bantuan untuk memahami proses transaksi, terutama ketika menerima kiriman uang dari keluarga yang bekerja di luar daerah.

Nilai kiriman yang diterima sebagian warga berkisar Rp50.000 hingga Rp100.000. Jika harus mendatangi kantor bank di pusat kota, biaya perjalanan berpotensi mengurangi uang yang seharusnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Jadi, banyak warga lanjut usia yang diberikan kiriman uang dari anak-anak mereka di perantauan dalam nominal sekitar Rp50.000 hingga Rp100.000. Jika harus pergi ke kantor bank di pusat kota, ongkos transportasi yang dikeluarkan dapat mengurangi cukup banyak uang yang hendak mereka gunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” ucap Baim.

Dalam mendampingi warga, Baim juga menemukan persoalan lain, yakni pemahaman mengenai keamanan transaksi perbankan. Beberapa lansia masih menyimpan nomor identifikasi pribadi atau PIN bersama kartu ATM, bahkan menuliskannya pada amplop yang dibawa saat bertransaksi.

Kebiasaan tersebut berisiko apabila kartu atau amplop jatuh ke tangan orang lain. Karena itu, Baim dan timnya berupaya memberikan edukasi dengan bahasa sederhana agar nasabah memahami pentingnya menjaga kerahasiaan PIN.

"Paling mengharukan adalah saat nenek-nenek datang membawa kartu ATM untuk menarik uang Rp50.000 kiriman anaknya. Karena mereka tidak paham cara pakai ATM, bahkan PIN-nya ditulis di amplop. Kami tidak hanya bantu mencairkan uangnya, tapi juga mengedukasi mereka agar PIN jangan pernah ditulis di amplop karena berisiko disalahgunakan. Kami pastikan layanan di sini aman dan memprioritaskan rasa kekeluargaan," tambah Baim.

Pendampingan tersebut memperlihatkan bahwa perluasan akses keuangan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan literasi masyarakat. Kemudahan melakukan transaksi perlu disertai pemahaman mengenai cara melindungi data pribadi dan menjaga keamanan dana.

Dari Sembilan Outlet hingga Program Jumat Berkah

Perkembangan Shifa Celluler tidak hanya terlihat dari bertambahnya outlet dan volume transaksi. Baim juga berupaya menjaga hubungan dengan warga melalui inisiatif sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.

Salah satunya adalah program Jumat Berkah, yaitu pembebasan biaya administrasi untuk penarikan tunai hingga Rp300.000. Program tersebut menjadi bentuk kepedulian Baim terhadap warga yang membutuhkan layanan transaksi dengan biaya lebih terjangkau.

"Di lingkungan kami, masyarakat bertransaksi ya tetangga sendiri. Mereka memilih bertransaksi di BRILink Agen karena lebih hemat waktu dan dekat rumah. Tidak perlu mengeluarkan biaya becak atau angkot hanya untuk menyetor uang simpanan atau menarik uang kiriman," ujarnya.

Bagi Baim, kedekatan dengan pelanggan menjadi bagian penting dalam menjalankan usaha. Sebagian besar pengguna layanan merupakan warga sekitar yang membutuhkan tempat bertransaksi tanpa harus meninggalkan aktivitas harian mereka terlalu lama.

Model layanan berbasis lingkungan tersebut juga memperlihatkan bagaimana usaha kecil dapat berkembang seiring kebutuhan masyarakat. Shifa Celluler yang awalnya hanya menjual pulsa dan ATK kini menjadi salah satu titik layanan keuangan yang dimanfaatkan warga Jati Karya.

Selain melayani kebutuhan transaksi, keberadaan agen turut membantu masyarakat mengakses layanan formal dengan lebih mudah. Bagi lansia yang membutuhkan pendampingan, interaksi langsung dengan petugas di lingkungan tempat tinggal dapat membantu mereka memahami proses transaksi sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko keamanan.

Dukungan BRI Perkuat Operasional Agen

Perkembangan usaha Baim juga ditopang dukungan operasional dari BRI melalui Petugas BRILink Agen. Dukungan tersebut mencakup pemantauan jaringan, penyampaian informasi mengenai layanan dan sistem, serta layanan pengantaran uang tunai atau cash delivery ketika persediaan uang di agen mulai menipis.

Ketersediaan uang tunai menjadi salah satu aspek penting bagi agen yang melayani transaksi penarikan masyarakat. Dengan dukungan tersebut, agen dapat mengantisipasi kebutuhan likuiditas agar pelayanan kepada warga tetap berjalan.

Jaringan BRILink Agen menjadi salah satu cara BRI memperluas jangkauan layanan keuangan melalui mitra di berbagai komunitas. Kehadiran agen memungkinkan masyarakat melakukan transaksi di lokasi yang lebih dekat, termasuk di wilayah yang membutuhkan alternatif selain kantor bank.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, momentum Bulan Inklusi Keuangan menjadi pengingat pentingnya memperluas akses sekaligus pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan formal di seluruh Indonesia.

“Melalui jaringan BRILink Agen, BRI berupaya menghadirkan layanan yang semakin dekat dengan masyarakat sekaligus memperkuat literasi dan inklusi keuangan hingga ke tingkat komunitas,” ujar Dhanny.

Perjalanan Baim mengembangkan Shifa Celluler menjadi sembilan outlet BRILink Agen menunjukkan peran BRI dalam memperluas inklusi keuangan melalui layanan yang dekat, pendampingan transaksi, serta edukasi keamanan perbankan bagi masyarakat, khususnya lansia.

(tim)

No more pages