Dari usaha yang dirintis secara sederhana itu, Ijay mampu memperoleh keuntungan bersih sekitar Rp5 juta hingga Rp6 juta per bulan pada masa awal operasional. Kepercayaan pelanggan terus tumbuh melalui sejumlah upaya, mulai dari memberikan garansi ganti rugi pelayanan, memasang papan petunjuk lokasi, hingga mempromosikan layanan melalui media sosial.
BRILink Agen Berkembang Menjadi Beragam Usaha
Perkembangan bisnis Ijay turut ditopang dukungan pembiayaan BRI melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada awal perjalanan usahanya. Aktivitas transaksi yang konsisten dan pengelolaan usaha yang berkelanjutan menjadi modal untuk memperluas bisnis ke sejumlah sektor produktif.
Kini, Ijay mencatat rata-rata 100 transaksi BRILink Agen setiap hari atau sekitar 3.000 transaksi per bulan. Di luar layanan keuangan, ia mengembangkan minimarket, pangkalan gas LPG, toko alat tulis kantor (ATK) dan plastik, serta toko sepeda listrik. Ijay juga mengelola lahan perkebunan seluas kurang lebih 10 hektare.
Perluasan usaha tersebut turut memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Saat ini, Ijay mempekerjakan 10 orang karyawan yang seluruhnya berasal dari lingkungan RT tempat tinggalnya. Dengan demikian, warga setempat memiliki kesempatan bekerja di dekat rumah tanpa harus merantau ke daerah lain.
Selain mengembangkan bisnis sendiri, Ijay berupaya membantu warga sekitar memperoleh akses pembiayaan untuk memulai atau memperbesar usaha. Sebagai agen referral BRI, ia membantu mereferensikan tetangga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membutuhkan modal, termasuk melalui layanan pembiayaan Ultra Mikro BRI.
"Hasil dari BRILink Agen ini kami putar kembali menjadi modal usaha produktif. Kami juga bisa membantu mereferensikan tetangga yang butuh pembiayaan modal untuk jualan angkringan ke unit BRI terdekat," tambah Ijay, yang juga aktif sebagai Ketua Kelompok Tani (Gapoktan) dan anggota Persatuan Pemadam Kebakaran (Balakar) di desanya.
Peran Ijay di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan aktivitas ekonomi. Keterlibatannya dalam kelompok tani dan organisasi pemadam kebakaran menunjukkan keterhubungan usahanya dengan kehidupan sosial warga di lingkungan tempat tinggalnya.
Layani Transaksi hingga Penyaluran Bantuan Sosial
Dalam menjalankan BRILink Agen, Ijay juga mengandalkan pendampingan dari BRI. Dukungan teknis petugas dan Mantri BRI, terutama ketika terjadi kendala transaksi atau muncul kebutuhan operasional lainnya, menjadi salah satu faktor yang mendukung kelancaran layanan.
“Kalau ada kendala, kami tidak merasa berjalan sendiri karena teman-teman BRI selalu siap membantu. Buat saya itu penting, karena kami berhadapan langsung dengan masyarakat setiap hari dan ingin mereka tetap merasa nyaman bertransaksi di sini,” ungkap Ijay.
Jaringan layanan yang telah dibangun Ijay juga memperoleh kepercayaan untuk mendukung penyaluran bantuan pemerintah. Outlet BRILink Agen miliknya menjadi salah satu titik penyaluran Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) atau Kartu Sembako bagi sekitar 2.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di wilayahnya.
Bagi Ijay, peran tersebut memperluas manfaat usahanya di luar transaksi keuangan. Keberadaan agen membantu penerima manfaat mengakses bantuan lebih dekat dari tempat tinggal mereka, sehingga layanan dapat dijangkau dengan lebih mudah oleh masyarakat setempat.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, keberadaan BRILink Agen merupakan bagian dari upaya perseroan memperluas jangkauan layanan keuangan, termasuk hingga wilayah perdesaan. Jaringan agen diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi lokal sekaligus memperkuat inklusi keuangan.
“Bagi BRI, perluasan akses bukan hanya soal menghadirkan layanan transaksi, tetapi juga bagaimana keberadaan layanan tersebut dapat ikut membuka peluang ekonomi, memperkuat aktivitas usaha masyarakat, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Dhanny.
Melalui jaringan BRILink Agen, BRI berupaya menghadirkan layanan keuangan yang lebih dekat dengan masyarakat. Di tingkat lokal, keberadaan agen seperti Ijay tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan transaksi, tetapi juga membuka ruang bagi tumbuhnya usaha produktif dan aktivitas ekonomi di lingkungan sekitarnya.
(tim)































