Indonesia TOP Companies Recognition 2026

Indonesia Top Companies Recognition 2026

Indonesia Top Companies Recognition 2026 is a prestigious recognition initiative presented by Indonesia Data in collaboration with Technoz Intelligence, dedicated to recognizing outstanding companies that continue to drive Indonesia's economic growth, innovation, and business transformation.

Top Company in Bullion Bank Industry

Overview

PT Pegadaian (Persero) resmi meluncurkan layanan bank emas (Bullion Services) pada 26 Februari 2026, yang diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya, Pegadaian telah mengantongi izin usaha bullion bank dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak akhir Desember 2024, menjadikannya sebagai pionir bank emas pertama di Indonesia. Langkah strategis ini merupakan salah satu inisiatif nyata dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam program prioritas Asta Cita sebagai upaya besar untuk "mengEmaskan Indonesia" menuju Indonesia Emas 2045.

Bank emas hadir dengan tujuan hilirisasi dan optimalisasi pengelolaan emas dalam negeri. Dengan adanya bank emas, diharapkan agar dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional, hingga membuka lapangan kerja baru dengan target hingga 1,8 juta.

Pegadaian dapat melakukan kegiatan usaha bullion yang meliputi Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, maupun Perdagangan Emas.

Pegadaian memiliki infrastruktur yang mumpuni menjadi lembaga penyaluran bullion. Mulai dari penyimpanan agunan gadai yang 90% berupa emas, ruang penyimpanan emas dengan standar Internasional terbesar di Indonesia, hingga beragamnya produk emas Pegadaian yang semakin melengkapi ekosistem emas.

Berikut adalah rincian total kelolaan emas di Pegadaian hingga Mei 2026:

  • Deposito Emas: 2,2 ton (Valuasi Rupiah: Rp 5,7 T)
  • Titipan Emas: 4,1 Ton (Valuasi Rupiah: Rp 10,5 T)
  • Bullion Trading: 8,3 Ton (Nominal transaksi: Rp 21,8 T)
  • Pinjaman Modal Kerja Emas: 220 kg
  • Tabungan Emas Masyarakat: > 20,1 Ton (Berasal dari sekitar 5,6 juta nasabah dengan valuasi nilai lebih dari Rp 52,3 T)

Jika diakumulasikan dari seluruh lini produk bullion dan ekosistem emasnya (termasuk gadai), total emas yang dikelola Pegadaian hingga Mei 2026 menyentuh angka 153,72 Ton. Kinerja ini menunjukkan akselerasi yang sangat cepat mengingat layanan bullion bank baru berjalan sekitar dari satu tahun sejak regulasinya diresmikan.

Adanya layanan bullion di Pegadaian diharapkan dapat mempermudah masyarakat untuk memilih Investasi emas, serta mengoptimalkan pemanfaatan aset emas melalui layanan dan produk Pegadaian.

Keunggulan Pegadaian dalam bisnis bullion bank tidak hanya terletak pada kesiapan modal besarnya, melainkan pada kombinasi unik antara ekosistem ritel yang raksasa, keahlian taksir yang matang, dan tingkat kepercayaan publik yang tinggi. Melalui keunggulan kompetitif ini, Pegadaian berada di posisi terdepan untuk merevolusi pasar emas Indonesia dari sekadar komoditas investasi statis menjadi aset keuangan yang produktif, likuid, dan berdampak bagi perekonomian nasional demi mewujudkan cita-cita besar "mengEmaskan Indonesia".