Logo Bloomberg Technoz

BI menilai, pelemahan tersebut dipicu oleh kombinasi meningkatnya permintaan valuta asing di dalam negeri, sentimen penghindaran risiko (risk-off) global yang menguat, serta keluarnya dana investasi portofolio asing dari pasar keuangan domestik.

Selain itu, pengetatan kebijakan ini mencerminkan langkah antisipatif BI dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan di tengah tingginya ketidakpastian global. 

Selain menaikkan suku bunga acuan, BI juga sebelumnya telah menaikkan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Imbal hasil SRBI tenor 12 bulan naik menjadi 7,25%, demi menjaga daya tarik aset berdenominasi rupiah dan membawa investor kembali masuk ke pasar Indonesia. 

Yield SRBI tenor 12 bulan terkerek naik jadi 7,25%, tertinggi sejak Januari 2025. (Bloomberg)

BI juga akan meningkatkan intensitas operasi moneter melalui lelang SRBI dua kali sepekan serta memperkuat intervensi di pasar valuta asing. 

Sementara, upaya lainnya ditawarkan BI dalam bentuk 'diskon' biaya swap lindung nilai (hedging swap) sebesar 10%, sehingga biaya investasi bagi investor asing menjadi lebih rendah dan diharapkan dapat mendorong arus masuk modal portofolio.

Salah satu kekhawatiran investor asing adalah risiko rupiah semakin melemah setelah mereka masuk ke pasar keuangan Indonesia. Karena itu, biasanya mereka membeli instrumen lindung nilai ini. Dengan 'diskon' biaya lindung nilai ini, menjadi sinyal kuat bahwa otoritas moneter sangat ingin menarik kembali arus modal masuk ke pasar domestik. 

(dsp/aji)

No more pages