Rupiah Ditutup Menguat 0,65%, Hampir di Bawah Rp18.000/US$
Tim Riset Bloomberg Technoz
09 June 2026 15:08

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup perdagangan Selasa (9/6/2026) dengan penguatan 0,65% di posisi Rp18.065/US$, setelah Bank Indonesia (BI) secara mengejutkan menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,5%.
Penguatan rupiah juga mendapat tenaga dari koreksi yang terjadi pada indeks dolar Amerika Serikat (AS) terhadap enam mata uang utama. Indeks dolar AS tercatat menyusut 0,11% ke 99,93, menyusul harga minyak yang kembali jinak ke posisi US$92,98 per barel, setelah terkoreksi 1,35% pada 14:50 WIB.
Sentimen ini membawa ruang penguatan bagi mata uang kawasan. Won Korea Selatan memimpin di zona hijau, disusul rupiah, ringgit Malaysia, peso Filipina, yuan offshore, yuan China, dolar Singapura, rupee India, baht Thailand dan dolar Hong Kong. Sebaliknya, hanya dolar Taiwan dan yen Jepang yang tercatat melemah sore ini.
Upaya Bank Indonesia
Selain tertopang oleh laju penguatan mata uang kawasan, penguatan rupiah sore ini juga didorong oleh langkah agresif BI dalam menjaga nilai tukar rupiah. Kenaikan BI Rate di luar jadwal (offcycle) didorong oleh pelemahan rupiah yang lebih tajam dibandingkan perkiraan sejak Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Mei lalu.


























