PT Astra International Tbk (ASII)

Market Caps

Rp192,3 triliun

Grup Astra (PT Astra International Tbk) mendominasi pasar otomotif dengan market share mencapai 56% di sepanjang tahun 2024 usai mencatatkan penjualan sebanyak 482.964 unit hingga meraih gelar penjualan mobil terlaris.

Nama dagang otomotif unggulan milik ASII yaitu Toyota dan Daihatsu solid di urutan nomor satu dan dua di daftar penjualan mobil paling laris se–Indonesia pada 2024, dengan total Toyota dan Lexus mencapai 291.566 unit, dan Daihatsu sejumlah 163.032 unit.

Performa positif itu terus berlanjut di tiga bulan pertama tahun 2025, di mana Toyota amat kokoh di urutan pertama, dimulai dengan data penjualan mobil terlaris Januari adalah Toyota, dengan total mencapai 22.081 unit.

Model Innova (All Type) memimpin penjualan terbanyak mencapai 5.100 unit di Januari, dan terus berlanjut di Februari dan Maret dengan masing-masing penjualan mencapai 6.008 unit dan 5.353 unit, berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo).

Tak terbatas hanya dari otomotif, potensi tahun 2025 ini lini bisnis Astra International juga berpeluang terus bertumbuh dengan berbagai strategi untuk perluasan market yang memicu melesatnya pendapatan Perusahaan. Segmen jasa keuangan akan menjadi pendorong pertumbuhan utama ASII, didukung oleh permintaan pembiayaan konsumen yang solid di sepanjang 2025. Pertumbuhan segmen Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi, dan Energi (Heavy Equipment, Mining, Construction, and Energy/HEMCE dan agribisnis, juga terus bertumbuh.

Divisi alat berat Astra menguasai market share yang kuat di pasar alat berat maupun jasa kontraktor pertambangan. Ekosistem Perusahaan memperkuat daya tawar harga jadi nilai tambah. Jasa keuangan ASII juga menggenggam pangsa pasar mencapai 20% dalam pembiayaan mobil dan sepeda motor, yang semakin memungkinkan Perusahaan mencatatkan ROE di atas biaya modal (cost of equity).

Tahun lalu, ASII mencatat pendapatan bersih Rp 330,92 triliun. Ini menjadikan ASII menjadi Perusahaan publik dengan pendapatan terbesar di Bursa Efek Indonesia.

Pendapatan terbesar ASII berasal dari segmen alat berat, pertambangan, konstruksi, dan energi, sebesar Rp 134,42 triliun. Selain segmen tersebut, segmen otomotif juga menjadi kontributor utama pendapatan ASII, sebesar Rp 133,05 triliun.

Konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg memperkirakan pendapatan ASII sepanjang 2025 bisa mencapai Rp333,16 triliun. Jika terwujud, maka akan naik hampir 1% dibandingkan 2024 dan kemungkinan besar masih menjadi Perusahaan dengan pendapatan nomor 1 di BEI.

Harga Saham ASII (Sumber: Bloomberg)

Analisis Teknikal

Analisisi Teknikal Saham ASII (Sumber: Bloomberg)

Pergerakan harga saham ASII berhasil rebound dari support, yang saat ini tengah uji resistance di MA-100, dan MA-200. Dengan itu, saham ASII menarik dicermati di level Rp4.750 sampai Rp4.800, dengan target harga pada resistance pertama di level Rp5.000 hingga Rp5.500 serta pertimbangkan cut loss apabila break support di bawah level harga Rp4.440.

Konsensus Bloomberg

Berdasarkan konsensus Bloomberg, sebanyak 24 analis memberi rekomendasi Beli saham ASII, dan 8 analis rekomendasikan Tahan. Konsensus menghasilkan target harga potensial saham ASII dapat mencapai Rp5.759 untuk 12 bulan ke depan.

Berita Terkait